Sekretaris Komisi II DPRD Balikpapan, Taufik Qul Rahman, menilai mulus tidaknya rencana pemanfaatan Sungai Wain sebagai sumber air baku bergantung pada tekad pemerintah daerah.
Politisi PKB itu mengatakan, pembangunan dan perbaikan jaringan perpipaan belum cukup untuk segera mengatasi persoalan air bersih di Balikpapan. Selain membutuhkan anggaran yang besar, pekerjaan ini juga akan memakan waktu.
“Butuh anggaran yang sangat besar agar pelayanan air bersih bisa menjangkau seluruh masyarakat. Penyelesaian sistem perpipaan bukan lagi ratusan miliar, tapi mencapai Rp7 triliun,” ujarnya, Selasa (14/7/2026).
Di sisi lain, penambahan sumber air baku bagi Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) menjadi kebutuhan mendesak.
Taufik menjelaskan, sejak 1976 kapasitas sumber air baku PTMB tidak mengalami peningkatan signifikan. Sementara, jumlah penduduk terus bertumbuh, bahkan kini mendekati angka satu juta jiwa.
Mencermati kondisi tersebut, pemerintah daerah sudah semestinya mempertimbangkan Sungai Wain sebagai opsi. Namun untuk merealisasikan hal itu, pemerintah provinsi juga perlu turun tangan. Jadi, bukan hanya bergantung pada upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan.
Rencana pengelolaan Sungai Wain oleh daerah terbentur kepentingan stakeholder
Apalagi, Pertamina saat ini masih memanfaatkan kawasan tersebut untuk operasionalnya. Kawasan tangkapan air itu juga sampai kini berada di bawah kewenangan pemerintah pusat melalui Balai Wilayah Sungai (BWS).
“Bagaimana caranya supaya Pertamina tidak lagi mengambil air dari Sungai Wain dan beralih menggunakan desalinasi air laut. Air Sungai Wain itu bisa memenuhi kebutuhan produksi PTMB. Di titik inilah perlunya komunikasi gubernur dan wali kota,” desak Taufik.
Ia berharap para pemangku kebijakan dapat bersama-sama memperjuangkan solusi tersebut. Terlebih pemanfaatan Sungai Wain bakal berkontribusi dalam mencapai target cakupan pelayanan air bersih sebesar 70 persen.
“Kalau menurut saya, Itu jauh lebih efisien ketimbang harus mengambil air dari Sungai Mahakam yang membutuhkan pembangunan jaringan pipa sangat panjang dan biaya besar,” ujarnya.
Meski demikian, ia menegaskan realisasi rencana tersebut bergantung pada komitmen dan keseriusan seluruh pihak dalam memperjuangkannya.
“Intinya tinggal kemauan dan perjuangan pemerintah. Kalau semua pihak berkolaborasi, saya yakin Sungai Wain bisa menjadi salah satu solusi untuk mengurangi krisis air baku di PTMB,” pungkasnya.














