narasinegeri – Proyek optimalisasi sumur-sumur eksis, terlebih yang sudah berusia oleh PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) membuahkan hasil. Salah satunya, Sumur Sepinggan V-7 yang kini mampu memproduksi minyak bumi dua kali lipat dari target, meski kondisinya telah berumur puluhan tahun.
Sejak akses zona potensialnya kembali terbuka, sumur yang berada di lepas pantai Balikpapan itu, mampu menghasilkan 710 barel minyak bumi per hari. Selain juga mengeluarkan 0,8 juta dari target 0,5 juta kaki kubik gas bumi per hari.
Optimalisasi aset yang sudah beroperasi puluhan tahun atau istilahnya mature, merupakan bagian dari strategi PHKT untuk meningkatkan produksi minyak dan gas bumi (migas).
“Kami terus mengkaji setiap peluang pengembangan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan, efektivitas, efisiensi, dan keandalan operasi,” jelas General Manager Zona 10 PHKT, Darmapala, melalui keterangan tertulis Jumat (11/9/2026).
Keberhasilan ini, lanjutnya, membuka harapan baru bahwa aset mature pun berpeluang memberikan tambahan produksi jika dikelola dengan strategi yang tepat. Bukan hanya bertujuan memastikan keberlanjutan produksi PHKT. Namun juga sejalan visi dan misi induk usaha, PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), yang menekankan kontinitas energi nasional.
Membuka peluang dengan cara kerja yang tepat
Kegiatan fishing untuk mengatasi hambatan di dalam sumur V-7 Sepinggan mengawali proyek optimalisasi tersebut. Setelah akses menuju zona potensial pada kedalaman sekitar 13.000 kaki berhasil terbuka, pengerjaan berlanjut ke tahap workover (WO). Serta melakukan perforasi pindah lapisan pada zona potensial produksi di tahap akhir.
Berdasarkan pengujian produksi pada 1 September 2026 lalu, sumur tersebut mencatatkan produksi yang melampaui perkiraan awal.
Kepala Perwakilan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Kalimantan dan Sulawesi, Haryanto Syafri, menyambut positif keberhasilan tersebut. Capaian ini menunjukkan kemampuan PHKT dalam melihat potensi yang ada dan melakukan pekerjaan dengan tepat. Sehingga, aset yang eksis masih bisa memberi tambahan produksi yang berarti.
Ia berharap keberhasilan ini dapat memotivasi untuk terus memanfaatkan peluang dari aset yang ada, khususnya di wilayah Kalimantan.
“Ke depan, kami akan terus mendorong upaya-upaya seperti ini. Harapannya, semakin banyak potensi yang bisa dioptimalkan. Sehingga dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi keberlanjutan produksi migas sekaligus memenuhi kebutuhan energi nasional,” pesan Haryanto.














