BeritaKesehatanParlementaria

Asap Karhutla Mulai Ganggu Kesehatan Warga Balikpapan, DPRD Desak Pembagian Masker

×

Asap Karhutla Mulai Ganggu Kesehatan Warga Balikpapan, DPRD Desak Pembagian Masker

Sebarkan artikel ini
dampak larhutla Balikpapan
Sekretaris Komisi IV DPRD Balikpapan, Muhammad Hamid, mendorong instansi terkait segera mengantisipasi dampak asap karhutla bagi kesehatan warga. (foto: narasinegeri)

narasinegeri – Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai berdampak terhadap masyarakat Balikpapan. DPRD Kota Balikpapan mengingatkan potensi gangguan kesehatan akibat paparan asap, sekaligus mendorong langkah penanganan pemerintah.

Sekretaris Komisi IV DPRD Balikpapan, Muhammad Hamid, mengakui kondisi karhutla di Balikpapan memang tidak terlalu signifikan. Namun, asap dari kebakaran di sejumlah wilayah mulai berdampak kepada masyarakat dalam beberapa hari terakhir. Keluhan gangguan pernapasan pun mulai muncul.

“Kejadian di daerah tetangga, juga Balikpapan meski tidak terlalu parah, mulai berdampak kepada masyarakat,” kata Hamid, Rabu (26/8/2026).

Lanjut ia menilai, perlunya langkah-langkah antisipatif sebelum paparan asap berkembang menjadi persoalan kesehatan yang lebih serius. Hamid mendorong Dinas Kesehatan dan instansi terkait lainnya tidak menunggu kondisi semakin parah. Salah satu langkah yang perlu segera dilakukan adalah membagikan masker kepada masyarakat.

“Kondisi di Balikpapan kita lihat sudah banyak asap. Kita imbau instansi terkait bisa membagikan masker,” pintanya.

Menurut Hamid, perlindungan tersebut penting untuk mengurangi risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Terlebih, paparan asap dalam kondisi tertentu dapat memicu gangguan pernapasan yang lebih berat.

Namun, langkah antisipasi tidak cukup hanya bergantung pada pemerintah kota. Masyarakat juga harus ikut berperan mencegah munculnya sumber asap baru.

Ia mengingatkan warga agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Imbauan tersebut setelah mencermati kondisi kemarau yang membuat vegetasi lebih mudah terbakar.

“Jangan sampai membuka lahan dengan cara membakar,” pesannya.

Pencegahan menjadi langkah penting agar kondisi yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan tidak semakin parah. Kondisi kering akibat kemarau merupakan salah satu faktor pemicu karhutla.

Karena itu, Hamid mengimbau warga agar turut meningkatkan kepekaan terhadap lingkungan di sekitarnya. DPRD mendorong masyarakat dan pemerintah bergerak bersama untuk mencegah munculnya titik api sekaligus melindungi warga dari dampak asap yang mulai terasa.

“kita khawatirnya terjadi dampak yang lebih parah,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan