narasinegeri – Perkebunan monokultur dengan tingkat keanekaragaman hayati lebih rendah daripada hutan alami, dulunya mendominiasi kawasan yang kini bertransformasi sebagai Ibu Kota Nusantara (IKN). Kondisi itulah yang mendasari konsep pembangunan IKN sampai sekarang.
Pemulihan kualitas lingkungan turut berjalan beriringan dengan pembangunan jalan, gedung maupun permukiman di ibu kota. Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menyebut pendekatan tersebut dengan istilah rewilding. Intinya adalah upaya mengembalikan fungsi ekosistem.
Sejak 2022, Otorita telah menggencarkan penghijauan. Sampai tahun 2026, terdapat sekitar 5 juta pohon yang ditanam di area IKN sebagai strategi restorasi kawasan.
Tak sampai di situ, langkah menjaga keanekaragaman hayati juga meliputi pembangunan koridor satwa liar. Tujuannya untuk menghubungkan kembali habitat yang sebelumnya terfragmentasi. Kini, ada dua koridor satwa yang eksisting di sekitar jalur tol Balikpapan–IKN.
“Kami melakukan rewilding di kawasan ini. Bukan hanya reforestasi, tetapi mengembalikan ekosistem alami. Itulah ‘Kota Hutan’,” ungkap Basuki saat menerima kunjungan profesor dan mahasiswa The University of Tokyo serta civitas dan mahasiswa Universitas Mulawarman di Kantor Otorita IKN, Kamis (30/7/2026).
Lanjut ia menjelaskan, bahwa penerapan Forest City di Nusantara tidak hanya mengacu pada intensitas penghijauan. Melainkan juga pemulihan ekosistem agar alam dan pembangunan dapat tumbuh secara berdampingan.
Melalui konsep tersebut, Otorita menargetkan 65 persen wilayah IKN tetap berupa kawasan lindung.














