Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan ingin kuota dan cakupan program bedah rumah pada tahun 2027 meningkat. Target ini untuk mendorong percepatan misi pengentasan hunian tidak layak di Kota Minyak.
Ketua Komisi III DPRD Balikpapan, Yusri, menyampaikan bahwa tahun-tahun sebelumnya realisasi program ini sempat terbatas akibat efisiensi anggaran. Tahun lalu, program Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) itu hanya menyasar sekitar 50 unit.
“Tahun ini (2026) target 100 unit. Nah, untuk tahun 2027, kita minta bertambah 100 unit. Kita ingin agar progresnya cepat. Kalau bisa sekaligus dalam jumlah besar dan merata di enam kecamatan,” ujar Yusri, usai menggelar rapat pembahasan Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) tahun 2027 bersama Disperkim, Senin (22/6/2026).
Komisi III, katanya, mendukung penuh upaya pemerintah kota dalam merealisasikan program tersebut. Objek pengawasan dewan nantinya akan berfokus pada mekanisme verifikasi program di lapangan.
“Intinya, selama calon penerima manfaat dan lokasinya memenuhi persyaratan, program peningkatan kualitas rumah dan lingkungan itu pasti bisa terealisasi,” imbuhnya.
Penataan kawasan kumuh dan penambahan PJU harus mendapat perhatian
Selain program bedah rumah, rapat juga menyorot penataan kawasan kumuh, khususnya di wilayah pesisir. Komisi III meminta Disperkim memberikan perhatian khusus pada pemenuhan infrastruktur dasar di kawasan-kawasan tersebut, terutama wilayah Balikpapan Timur dan Barat.
“Ada beberapa titik yang kita minta agar lebih mendapat perhatian. Karena kami juga menerima banyak usulan dari wilayah-wilayah itu,” paparnya.
Kemudian, Komisi III mendorong realisasi penambahan Penerangan Jalan Umum (PJU). Tahun ini, pemerintah kota telah mengalokasikan 1.600 PJU baru melalui program Balikpapan Terang. Dewan ingin program ini berlanjut, bahkan meningkat pada tahun anggaran mendatang.
Hal ini mencermati masifnya perkembangan kawasan permukiman di berbagai wilayah. Yusri, menekankan kepada pemerintah kota untuk menetapkan skala prioritas penambahan fasilitas PJU baru bagi wilayah yang membutuhkan.
“Perbatasan Balikpapan Selatan, Timur dan Utara itu kan sekarang semakin banyak permukiman baru, akses jalan baru. Kita mau wilayah seperti ini yang mendapat prioritas, tanpa mengesampingkan pemeliharaan di wilayah lain,” tutupnya.














