BeritaParlementaria

Turun ke Balikpapan Selatan, Wahyullah Ajak Warga Aktifkan Kembali Program Bank Sampah

×

Turun ke Balikpapan Selatan, Wahyullah Ajak Warga Aktifkan Kembali Program Bank Sampah

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi III DPRD Balikpapan, Wahyullah Bandung, ajak warga aktifkan kembali program Bank Sampah. (foto: narasinegeri)

Anggota Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Wahyullah Bandung, mengkampanyekan gerakan pengelolaan limbah rumah tangga melalui program bank sampah. Langkah ini mencermati tren menurunnya keaktifan bank sampah unit maupun induk di beberapa wilayah, khususnya Kecamatan Balikpapan Selatan.

Politisi Partai Golkar itu menilai faktor ketidakpastian pengangkutan, selain harga, telah mengakibatkan pengelolaan bank sampah tidak efektif. Bahkan sebagian bank sampah seolah mati suri.

“Selama ini saya ke lapangan melihat banyak bank sampah di level RT itu tutup. Karena tidak ada kepastian kapan sampah hasil pemilahan itu diangkut, akhirnya hanya menumpuk di situ,” jelas Wahyullah saat menggelar reses masa sidang II tahun 2025/2026 di RT 5, Kelurahan Sepinggan Raya, Balikpapan Selatan, Sabtu (2/5/2026).

Mengamati kondisi tersebut, Wahyullah mendorong warga untuk mengaktifkan kembali program bank sampah di wilayahnya. Bahkan, menyatakan siap memfasilitasi masyarakat untuk mendirikan bank sampah baru di lingkungan masing-masing.

“Kami di Komisi III tentunya ingin permasalahan yang dihadapi beberapa bank sampah cepat selesai. Saya secara pribadi juga siap memfasilitasi warga untuk mengaktifkan kembali atau membentuk bank sampah baru,” tegasnya.

Wakil rakyat asal daerah pemilihan (dapil) Balikpapan Selatan itu memahami tingginya antusiasme masyarakat terhadap program bank sampah. Hanya saja, lantaran permasalahan tadi, justru kini menurunkan semangat warga untuk berperan aktif.

Pendampingan program bank sampah tidak optimal

Maka dari itu, dia mendorong agar pengangkutan hasil pemilahan dari bank sampah dapat berjalan secara konsisten. Sehingga dapat memberikan kepastian nilai ekonomis sampah yang dikelola oleh warga

“Permasalahan ini juga menunjukan bahwa pendampingan program bank sampah belum optimal. Bukan bermaksud menyalahkan pihak-pihak terkait, tapi fokus saya adalah bagaimana kita bisa menata kembali upaya mengatasi permasalahan sampah di kota ini,” lugasnya.

Di samping menjadi program wajib pemerintah kota, Wahyullah mengakui keberadaan bank sampah dapat menurunkan risiko kerusakan lingkungan. Apalagi, masyarakat selaku pengelola berpeluang mendapat manfaat ekonomi dari program tersebut.

“Sekarang sampah ini juga sudah mrnjadi semacam komoditi ekspor. Di luar negeri, sampah bisa didaur ulang menjadi bahan pakaian. Banyak klub sepakbola sekarang memakai jersey yang bahannya terbuat dari daur ulang plastik,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan