Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan menanggapi rencana penerapan work from home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).
Sebelumnya, Pemerintah Kota Balikpapan menggulirkan skema bekerja dari rumah sebagai upaya efisiensi demi menyiasati potensi krisis energi. Rencana kebijakan tersebut mencuat setelah mengamati situasi geopolitik di Timur Tengah belakangan ini.
Sementara itu, Anggota Komisi I DPRD Balikpapan, Iwan Wahyudi, berharap pelaksanaan WFH nantinya tidak mengganggu pelayanan publik. Wabil khusus, ia menekankan agar seluruh pihak tidak menyalahartikan kebijakan tersebut sebagai “libur terselubung”.
“Kemudian jangan juga ada kesan ini menjadi liburan terselubung, pegawai malah tidak bekerja atau tidak produktif,” tegasnya, Senin (6/4/2026).
Ia menambahkan, WFH sebaiknya diterapkan secara selektif, terutama bagi ASN di perangkat daerah yang tidak bersentuhan langsung dengan pelayanan masyarakat. Sedangkan, unit layanan pemerintah kota yang bersentuhan langsung dengan kepentingan publik, misalnya kelurahan, kecamatan, perizinan, maupun puskesmas harus tetap beroperasi.
Iwan menegaskan agar penerapan WFH harus mengedepankan kualitas layanan kepada masyarakat, khususnya pada sektor pelayanan dasar.
“Yang paling penting, pelayanan dasar kepada masyarakat jangan sampai terganggu. Pendidikan, kesehatan itu harus tetap berjalan seperti biasa,” terangnya.
Kemudian, Politisi PPP itu mengingatkan pemerintah kota untuk memastikan sistem kerja tetap efektif dan produktif meskipun berlaku dari rumah. Jangan sampai penerapan WFH justru semakin memperlambat proses pelayanan kepada masyarakat.
“Jangan sampai nanti pelayanan masyarakat prosesnya jadi lebih memakan waktu,” pintanya.
Iwan memastikan, DPRD akan terus mengkawal sepanjang pelaksanaan kebijakan tersebut. Komisi I yang membidangi hukum dan pemerintahan siap melakukan evaluasi jika kebijakan tersebut mempengaruhi produktivitas dan kualitas layanan.
“Kita akan sama-sama evaluasi, termasuk mendengar masukan dari masyarakat. Yang jelas pelayanan dasar harus tetap optimal,” pesannya.














