BeritaBerita UtamaParlementaria

Pesimis Target SR Air Bersih Tercapai, Budiono Singgung Faktor Teknis dan Pola Rekrutmen SDM PTMB

×

Pesimis Target SR Air Bersih Tercapai, Budiono Singgung Faktor Teknis dan Pola Rekrutmen SDM PTMB

Sebarkan artikel ini

Wakil Ketua DPRD Balikpapan, Budiono, meragukan target cakupan 99 persen Sambungan Rumah (SR) air bersih mampu tercapai pada tahun 2027. Budiono menilai target tersebut tidak realistis jika mengamati sejumlah persoalan di tubuh Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) yang membelit saat ini.

Menurut catatannya, cakupan layanan SR di Balikpapan baru saat ini baru mencapai angka 79 persen. Misi untuk mencapai selisih 20 persen dalam waktu relatif singkat tentu menjadi tantangan berat. Apalagi, kondisi krisis sumber air baku masih menjadi kendala utama yang belum ada solusinya.

Sejauh ini, kata dia, Balikpapan masih bergantung pada Waduk Manggar, Waduk Teritip, dan beberapa sumur dalam yang kapasitasnya terbatas.

“Saat ini, cakupan SR di Balikpapan baru menyentuh angka 79 persen. Masalahnya, bahan baku kita belum mencukupi,” bebernya, Senin (6/4/2026).

Selain itu, kondisi infrastruktur masih menjadi kendala serius. Budiono membenarkan, banyak jalur pipa distribusi yang sudah berusia tua dan keropos. Hal ini juga menjadi faktor penghambat, sehingga penyaluran air kepada pelanggan tak kunjung optimal.

“Selain itu, banyak jalur pipa yang sudah keropos dan usang,” tambahnya. Tanpa penambahan sumber air baku dan perbaikan jaringan pipa, Budiono pesimis target SR air bersih 99 persen tercapai.

Asumsi Rendahnya Kualitas Layanan PTMB Menguat

Selain aspek teknis, Politisi PDI Perjuangan turut mengkritik keras manajemen PTMB terkait pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM).

Munculnya laporan mengenai praktik rekrutmen yang tidak transparan belakangan ini, memicu pertanyaan besar pasal profesionalisme SDM internal PTMB. Informasi yang ia terima dari Serikat Buruh mengungkap, banyak penerimaan karyawan melalui jalur “titipan”. Terlebih lagi, perekrutan SDM tidak pernah dilakukan secara terbuka kepada publik.

“Penerimaan karyawan di PTMB itu tidak terbuka, tidak pernah ada pengumuman lowongan. Kita lihat banyak titipan di sana, sehingga hasilnya kurang profesional,” tukasnya.

Laporan tersebut semakin memperkuat asumsi rendahnya kualitas kerja PTMB dalam menyediakan pelayanan dasar. Budiono mendesak manajemen perusahaan pelat merah itu segera melakukan evaluasi total dengan menerapkan sistem rekrutmen yang berbasis kualifikasi.

“Seharusnya rekrutmen sesuai kualifikasi yang dibutuhkan,” singkatnya.

Tinggalkan Balasan