narasinegeri – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Balikpapan terus berupaya membangun iklim demokrasi berkualitas melalui kampanye anti politik uang dan berita bohong. Sebagai strategi membangun kesadaran politik generasi muda, KPU baru-baru ini menggelar “Kompetisi Debat Demokrasi” antar mahasiswa.
Puluhan mahasiswa perwakilan dari tujuh perguruan tinggi ikut andil dalam kompetisi bertema “Mewujudkan Demokrasi Berkualitas Melalui Partisipasi Aktif, Cerdas dan Bertanggung Jawab” tersebut.
Rangkaian kompetisi yang bergulir sejak 21 Oktober itu mempertemukan STT Migas dengan Universitas Mulia di partai perebutan posisi ketiga. Sementara Universitas Balikpapan dan STIEPAN bersaing memperebutkan gelar juara pada gelaran final yang berlangsung Rabu (28/10/2026).
Ketua KPU Kota Balikpapan, Prakoso Yudho Lelono, menyatakan kompetisi ini sebagai bagian dari program sosialisasi dan pendidikan pemilih berkelanjutan. Melalui kompetisi ini, KPU juga ingin mendorong budaya riset di kalangan mahasiswa.
Metode debat menuntut para peserta untuk memahami persoalan, menyusun argumentasi, dan menyikapi pandangan yang berbeda.
“Dengan metode debat, peserta akan mengkurasi informasi dan data dari berbagai sumber sebagai bahan argumentasi,” jelas Yudho pada puncak kegiatan.
Adapun pada kompetisi ini KPU mengangkat isu-isu yang berkaitan dengan faktor pembentuk demokrasi berkualitas sebagai bahan debat. Berbanding lurus dengan latar belakang perguruan tinggi para peserta, jalannya kompetisi otomatis menghadirkan argumentasi dan sudut pandang yang beragam.
Tantangannya kini, memastikan para peserta dapat mengaplikasikan pengetahuan dan pemahamannya di lingkungan kampus maupun masyarakat. Mengampanyekan anti politik uang, bersikap kritis terhadap setiap informasi, serta menolak ujaran kebencian yang dapat mengganggu iklim demokrasi.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap para peserta ke depannya tidak hanya memahami demokrasi secara teori. Tetapi juga mampu mengambil sikap pada saat pemilihan umum,” sambung Yudho.
Sebagai lembaga penyelenggara pemilihan umum, KPU Balikpapan turut berkewajiban dalam edukasi pemilih. Bukan sekadar ajakan menggunakan hak pilih, tetapi juga memberikan pemahaman masyakarat untuk menghindari tindakan yang dapat merusak integritas demokrasi.














