narasinegeri – Program pengembangan kegiatan produktif warga binaan di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Balikpapan mulai menunjukan hasil. Pendampingan budidaya ayam petelur kini menghasilkan puluhan butir per hari.
Kepala Lapas Kelas IIA Balikpapan, Indra Lesmano, berkesempatan memanen hasil budidaya para warga binaannya. Bersama Kepala Seksi Kegiatan Kerja dan Kepala Subseksi Bimbingan Kerja dan Pengelolaan Hasil Kerja di fasilitas pengembangan kegiatan produktif itu.
Kehadiran jajaran pimpinan Lapas dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan dan perhatian terhadap pembinaan kemandirian warga binaan.
Indra menerangkan, pengembangan kegiatan produktif warga binaan ini merupakan bagian dari dukungan pihaknya kepada program ketahanan pangan.
Saat ini, warga binaan membudidayakan sebanyak 140 ekor ayam petelur di SAE Lapas Balikpapan. Dari kegiatan itu, warga binaan bisa memproduksi puluhan butir telur setiap harinya.
Hasil panen tersebut sejauh ini baru bermanfaat untuk menyokong Bahan Makanan (BAMA) harian warga binaan. Lapas Balikpapan terus mengupayakan pengembangan agar program tidak berhenti sampai pada tahap menghasilkan produk bernilai guna.
“Selain membekali warga binaan dengan keterampilan, hasil budidaya ini juga dapat memenuhi kebutuhan BAMA harian,” jelas Indra melalui keterangan tertulis, Kamis (5/11/2026).
Baca juga: Lapas Balikpapan Ajak Warga Binaan Bercocok Tanam Sekaligus Dukung Ketahanan Pangan
Lebih rinci Kepala Lapas menjelaskan, dalam pelaksanaan program, warga binaan terlibat aktif di seluruh tahapan budidaya. Mulai dari pemberian pakan dan air minum, pembersihan kandang, pemantauan kesehatan ayam, perawatan ternak, hingga proses pengumpulan dan pemilahan telur.
Keterlibatan tersebut bagian dari upaya pembinaan keterampilan kerja guna membentuk kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemandirian warga binaan.
Pengembangan budidaya ayam petelur ini merupakan salah satu bentuk optimalisasi potensi warga binaan. Sehingga, tidak hanya memberikan manfaat bagi warga binaan, tapi juga kebutuhan operasional Lapas
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa program pembinaan kemandirian warga binaan dapat berjalan secara produktif dan memberikan hasil nyata,” sambung Kalapas.
Indra Lesmano, menegaskan komitmen pihaknya untuk terus mengembangkan potensi SAE melalui kegiatan-kegiatan pembinaan produktif yang berkelanjutan. Upaya ini sejalan dengan misi pemasyarakatan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan sebelum kembali ke tengah masyarakat.
“Harapannya, kegiatan ini terus berkembang dan menjadi salah satu kontribusi Lapas Balikpapan dalam mendukung program ketahanan pangan,” tuturnya.














