Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud bersama Ketua TP PKK Kota Balikpapan, Nurlena Rahmad Mas’ud, mengawali pelepasliaran 80 tukik penyu lekang di Pantai Damba Enggang Borneo (DEB), Senin (8/6/2026).
Pelepasan satwa laut yang jumlahnya makin langka itu menandai momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Kegiatan yang digagas Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Balikpapan bersama Pengelola Pantai DEB ini menyampaikan pesan mengenai pentingnya kelestarian pesisir.
Dalam kesempatan yang sama, Rahmad menegaskan, upaya pelestarian lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Gerakan ini memerlikan partisipasi seluruh lapisan masyarakat.
“Tema kegiatan hari ini, Melangkah Kecil Tukik, Harapan Besar untuk Laut yang Lestari, memiliki makna yang sangat mendalam. Tukik yang kita lepaskan mungkin terlihat kecil dan rapuh, tapi dari langkah kecil itu tersimpan harapan besar bagi masa depan ekosistem laut kita,” seru Rahmad.
Keberlanjutan sumber daya laut dan pantai merupakan tanggung jawab bersama warga kota pesisir, Balikpapan. Menurut Rahmad, laut tidak hanya menjadi sumber mata pencaharian masyarakat, tetapi juga berperan penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan.
“Laut juga menjadi penopang ekonomi, sumber pangan, jalur transportasi, bagian penting keseimbangan ekosistem bumi. Karena itu, upaya konservasi seperti ini harus menjadi gerakan berkelanjutan,” tambahnya.
Wali Kota menegaskan bahwa Pemerintah Kota Balikpapan berkomitmen mendukung berbagai program pelestarian lingkungan. Rehabilitasi mangrove, perlindungan kawasan pesisir, pengelolaan sampah hingga edukasi lingkungan bagi generasi muda.
Pengelola pantai DEB: kawasan pesisir kini hadapi pencemaran berat
Penemuan 160 butir telur penyu lekang di kawasan pantai Damba Enggang Borneo menjadi Ihwal pelepasliaran tukik-tukik tersebut. Ardhan Efendi selaku pengelola pantai DEB lantas berinisiatif mengamankan telur temuan itu untuk kemudian berupaya menetaskannya.
Ardhan mengungkapkan, kawasan DEB saat ini menghadapi pencemaran yang cukup berat. Cemaran yang ia maksud bersumber dari sampah dan limbah yang terbawa aliran sungai.
Bukaan parit besar yang mengarah langsung ke pesisir laut, menjadikan sampah dengan mudah masuk dan mencemari area pantai.
“Persoalan sampah ini sangat mengganggu kawasan pesisir,” ujarnya.
Mencermati kondisi tersebut, Ardhan berharap adanya dukungan pemerintah kota. Misalnya pembangunan siring, pemasangan jaring penahan sampah di titik bukaan, hingga penempatan petugas khusus untuk mengelola sampah yang tertahan.
“Kalau sudah terpasang, juga harus ada petugas yang mengelola dan mengangkut sampah,” imbuhnya.
Kawasan pesisir kini juga menghadapi masalah dampak lalu lintas pengangkutan batu bara di laut. Tumpahan batu bara perlahan merusak ekosistem laut, termasuk terumbu karang di perairan dangkal.
Pegiat lingkungan itu mengingatkan bahwa dampak pencemaran mengancam habitat penyu lekang. Satwa langka yang menjadikan kawasan Pantai DEB sebagai lokasi bertelur dan berkembang biak.
“Kalau kondisi ini terus dibiarkan, bukan hanya lingkungan yang rusak, tapi juga habitat penyu bisa terancam,” tegasnya.
Peran penting JMSI Balikpapan dalam upaya pelestarian lingkungan
Sementara itu, Ketua JMSI Balikpapan, David Purba, ingin kegiatan ini menjadi awal positif melestarikan ekosistem alam kawasan pesisir. Sebagai informasi, Balikpapan merupakan rumah besar bagi tiga jenis penyu yang ada di dunia. Salah satunya penyu lekang.
“80 tukik berhasil menetas dan hari ini kita lepasliarkan ke habitat alaminya. Harapannya, mereka dapat bertahan hidup dan membantu menambah populasi penyu lekang yang saat ini semakin langka,” jelas David.
Kegiatan menunjukkan komitmen JMSI untuk terus berperan mengkampanyekan pelestarian lingkungan. Sekaligus dorongan kepada pemerintah kota dalam mengatasi berbagai masalah lingkungan yang masih membelit.
“Kami berharap ada langkah konkret untuk menangani sampah yang terbawa aliran sungai menuju laut. Sampah bisa merusak kawasan tempat penyu bertelur dan mengancam keberlanjutan habitat lainnya,” ujarnya.
Turut melepasliarkan tukik, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Balikpapan, Ratih Kusuma. Kemudian, Ketua HIPMI Balikpapan, Adam Dustin, perwakilan KADIN Balikpapan, Manajemen PTMB, Apical, jajaran TNI-Polri setempat dan stakeholder lainnya.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Pertamina Lubricants dan Ketua Indonesian Cycling Federation (ICF) Kaltim, Malvin Ardento. Kemudian, Rutan Kelas II A Balikpapan, Ketua HDCI Balikpapan, Ahmad Rustam, Pimpinan PT Dharma Lautan Utama cabang Balikpapan, M Saleh. Serta BEM Universitas Balikpapan, Mapala Universitas Balikpapan, Himpa Poltekba.














