Balikpapan menjadi kota pelaksana perluasan piloting digitalisasi perlindungan sosial (Perlinsos). Pemerintah pusat memberi kepercayaan yang sama kepada 41 kabupaten kota lain di Indonesia untuk menjalankan program tersebut.
Kick off dan sosialisasi lintas stakeholder atas program tersebut berlangsung di Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) Dome, Selasa (2/6/2026). Seluruh Ketua RT, LPM, unsur Forkopimda, instansi vertikal, perbankan, BUMN, BUMD, hingga perangkat daerah hadir dalam seremoni tersebut.
Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud menegaskan program ini bertujuan memastikan bantuan pemerintah tepat sasaran.
“Melalui digitalisasi, penerima bantuan akan lebih akurat dan InsyaAllah tepat sasaran. Jangan ada orang kaya yang kita subsidi, jangan ada orang yang mampu menerima bantuan sosial (bansos),” seru Rahmad.
Menurut dia, kualitas data di tingkat rukun tetangga (RT) sangat menentukan keberhasilan program ini. Karena itu, peran Ketua RT akan sangat penting dalam memastikan keakuratan data calon penerima bantuan.
“Pak RT dan Bu RT adalah garda terdepan. Jangan ada pilih kasih, jangan karena kerabat atau kedekatan. Kalau memang warga membutuhkan, maka harus terdata sesuai kondisi sebenarnya,” sambungnnya.
Program nasional ini merupakan kolaborasi lintas kementerian dan lembaga. Seluruhnya berada di bawah koordinasi Gugus Tugas Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah bersama Kementerian Sosial dan Badan Pusat Statistik (BPS).
Luput dari pendataan, warga boleh ajukan sanggahan
Tahap pendataan di 34 Kelurahan se-Balikpapan bergulir mulai 4 Juni hingga 3 Juli 2026. Prosesnya, melibatkan sebanyak 365 agen perlinsos. Mereka akan mendampingi masyarakat dalam proses registrasi, verifikasi, validasi data sampai sanggahan.
“Para agen ini mendampingi masyarakat. Jika ada yang seharusnya tidak menerima bantuan bisa mengajukan sanggahan, begitu juga warga yang berhak tetapi belum terdata dapat mengusulkan,” pesan Rahmad.
Pemerintah Kota berharap seluruh elemen, mulak dari RT, LPM, tokoh masyarakat menyukseskan program tersebut. Terlepas dari perannya pada program ini, Wali Kota, mengingatkan para Ketua RT agar selalu pro-aktif dalam pendataan penduduk.
“Ini penting agar kita memiliki data yang akurat. Kepercayaan ini tanggung jawab besar. Balikpapan harus menjadi contoh pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan kualitas pelayanan sosial,” pungkas Wali Kota.














