BeritaKomunikasi Bisnis

Pacu Perluasan Jaringan Kabel Optik, Biznet Target Ekspansi Layanan di Wilayah Potensial Kaltim

×

Pacu Perluasan Jaringan Kabel Optik, Biznet Target Ekspansi Layanan di Wilayah Potensial Kaltim

Sebarkan artikel ini
internet broadband balikpapan
Manager Biznet RO23, Nurul Sari Ramadhani, bersama Branch Supervisor Biznet Balikpapan, Dahlan Idrus, menyampaikan sejumlah pencapaian pihaknya dalam kurun setahun terakhir dan target bisnis ke depan. (foto: narasinegeri)

narasinegeri – Penyedia layanan telekomunikasi dan multimedia, Biznet, terus memacu perluasan infrastruktur jaringan internet broadband di wilayah Kalimantan Timur. Langkah ini guna memperluas pangsa pasar serta mengikis jurang digitalisasi di kawasan-kawasan potensial yang tengah berkembang pesat.

Regional Manager Operation 23 Biznet, Nurul Sari Ramadhani, mengakui bahwa fokus utama pihaknya masih tertuju pada kota-kota utama, seperti Balikpapan dan Samarinda. Di dua kota pusat perekonomian Kaltim tersebut, Biznet telah mengoperasikan empat kantor cabang pelayanan.

“Namun, cakupan ini akan terus kami perluas,” ujar Nurul dalam konferensi pers perayaan 26 Tahun Biznet di Balikpapan, Kamis (8/10/2026).

Ke depan, Biznet siap membidik peta ekspansi baru yang mencakup wilayah penyangga dan kawasan industri-pemerintahan yang sedang bertumbuh. Sasaran berikutnya antara lain Tenggarong, Sepaku, Petung, Babulu, hingga Kabupaten Paser (Tana Grogot).

Dalam jangka panjang, target perluasan jaringan akan menembus Kota Bontang hingga Sangatta di Kutai Timur.

Ekspansi masif ini tak lepas dari dukungan instalasi jalur utama (backbone) serat optik bawah laut yang kini menghubungkan Pulau Jawa dengan Kalimantan. Jalur infrastruktur yang masuk dalam proyek Biznet Nusantara Cable System (BNCS) itu, lanjut Nurul, melintasi Kalimantan Selatan melalui Batulicin. Lalu menyisir wilayah selatan Kaltim mulai dari Paser, Penajam Paser Utara, Balikpapan, hingga ke utara menuju Samarinda dan sekitarnya.

“Plan (perencanaan)-nya sudah ada, tapi untuk saat ini kita masih fokus memperluas jangkauan jaringan kabel backbone atau bawah laut yang sekarang sudah terkoneksi ke daerah-daerah itu tadi,” jelasnya.

Penetrasi ke wilayah-wilayah tersebut memiliki nilai strategis seiring meningkatnya aktivitas ekonomi serta kebutuhan konektivitas digital masyarakat. Apalagi, berkaca pada potensi pasar Biznet di Kota Balikpapan yang kini memiliki basis pelanggan aktif melampaui angka 5.000.

“Sebenarnya kapasitas jaringan (homepass) kita untuk di Balikpapan saja saat ini saja sudah bisa melayani sekitar 40.000 sambungan,” imbuh Nurul.

Hadirkan pusat data berkapasitas jumbo demi mendukung ekosistem AI

Dengan kesiapan infrastruktur jaringan dan pemetaan potensi wilayah yang terukur, Biznet optimistis mampu mengakselerasi pertumbuhan pengguna internet berkualitas tinggi di Kalimantan Timur. Langkah ini sekaligus menjadi komitmen Biznet dalam menghadirkan pemerataan akses internet ke seluruh daerah.

Memasuki usia ke 26 Tahun, Biznet terus memperkuat komitmen tersebut. Terbaru, Biznet menghadirkan Al-Ready Data Center sebagai infrastruktur pendukung kebutuhan komputasi ekosistem kecerdasan buatan yang kini berkembang pesat.

“Kami memahami betul bahwa kebutuhan digital tidak terbatas pada konektivitas, tapi juga kapasitas besar untuk melakukan segala kegiatan komputasi dan pengolahan data yang lebih besar sebagai dampak implementasi Al yang sedang berkembang saat ini,” jelas Nurul.

Lanjut ia mengungkap peluncuran MyBiznet App sebagai bentuk inovasi layanan demi meningkatkan pengalaman pelanggan. Aplikasi ini menawarkan kemudahan dalam mengelola layanan, mengakses informasi, dan menikmati berbagai promo. Serta mendapatkan dukungan layanan dengan lebih cepat.

Sebagai bentuk apresiasi kepada pelanggan Biznet Home, khusus sepanjang Oktober 2026 ini, Biznet meningkatkan kapasitas layanan sebesar 100 Mbps tanpa tambahan biaya apapun.

“Bagi kami, 26 tahun ini tentang apa yang dapat kami berikan kepada pelanggan. Karena itu, kami akan terus berinvestasi pada infrastruktur, teknologi, dan peningkatan layanan untuk menciptakan lebih banyak nilai,” tutup Nurul.

Tinggalkan Balasan