narasinegeri – Anggota DPRD Kota Balikpapan, Sufyan Jufri, mengapresiasi keberhasilan Kapolresta Balikpapan, Kombes Jerrold Hendra Yosef Kumontoy, menjalankan tugas di Istana Negara. Sufyan menilai capaian tersebut sebagai prestasi membanggakan bagi warga, sekaligus mengangkat citra Kalimantan Timur, khususnya Kota Balikpapan di tingkat nasional.
Jerrold mengemban tugas sebagai Komandan Upacara (Danup) Penurunan Bendera pada peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Negara, 17 Agustus kemarin. Tugas tersebut kemudian mampu ia tunaikan, sehingga upacara kenegaraan itu dapat berjalan lancar dan khidmat.
“Pak Jerrold berperan penting dalam upacara kenegaraan di Istana. Biar bagaimanapun, Pak Kapolresta adalah bagian dari Kota Balikpapan, prestasi beliau adalah kebanggaan kita warga Balikpapan. Sudah semestinya kita apresiasi,” kata Sufyan, Selasa (18/8/2026).
Ia mengatakan, tidak sembarang orang bisa mendapat tugas Danup pada seremoni yang paling dihormati di negeri ini. Apalagi, untuk agenda tingkat nasional. Maka itulah, setiap kandidatnya harus terlebih dahulu menjalani seleksi dan tes secara ketat.
Terpilihnya Jerrold menunjukan bahwa dirinya memiliki kemampuan dan kapastitas untuk mengemban amanah tersebut. Momentum ini sekaligus membuktikan bahwa sumber daya manusia (SDM) di daerah mampu bersaing hingga berkontribusi positif di tingkat nasional.
Sufyan berharap, prestasi ini bukan hanya menjadi sebuah kehormatan secara pribadi, maupun kebanggaan bagi warga Kota Balikpapan. Melainkan juga menjadi motivasi kepada jajarannya dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
“Pak Jerrold sukses menjalankan tugasnya dan mencatatkan kontribusi positif Kota Balikpapan di tingkat nasional. Semoga ini juga menjadi motivasi bagi seluruh jajarannya di Balikpapan,” tuturnya.
Baca juga : Rekam Jejak dan Jalan Panjang Kapolresta Balikpapan Menuju Tugas Besar di Istana Negara
Sebagai informasi, Jerrold harus melalui tahap kualifikasi awal dan penilaian rekam jejak di internal Polri sebelum mengikuti seleksi penugasan Danup.
Dalam tahapan seleksi, ia bersaing dengan delapan perwira menengah terbaik pilihan masing-masing matra TNI maupun Polri. Setelah itu, para kandidat harus menjalani karantina dan pelatihan paling lama 2 minggu sebelum didaulat sebagai Danup.














