narasinegeri – Persoalan akses air bersih di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 022 Balikpapan Timur sampai kini belum menemukan solusi permanen. Anggota Komisi IV DPRD Balikpapan, Sufyan Jufri, mendesak pihak-pihak terkait segera melakukan langkah konkret, bukan sekadar antisipasi sementara.
Gedung baru SDN 022 di Balikpapan Timur mulai aktif melaksanakan kegiatan belajar mengajar sejak memasuki tahun ajaran 2026/2027.
Namun, sejak rampungnya pembangunan, sekolah tersebut belum terakses dengan layanan sarana air bersih. Pasalnya, infrastruktur jaringan air Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) belum menjangkau hingga kawasan sekitar sekolah.
Untuk menyiasati masalah tersebut, sekolah membeli air dari instalasi water treatment plant (WTP) perumahan sekitar. Di samping menadah hujan dalam wadah penampung air sebagai alternatif.
Sufyan menilai, persoalan air di SDN 022 tidak seharusnya berhenti pada solusi yang bersifat sementara. Instansi terkait memang perlu memastikan kelengkapan sarana dan prasana sekolah tanpa mengesampingkan ketersediaan infrastruktur dasar maupun fasilitas umum di lingkungan sekitar sekolah.
“Infrastruktur dasar harusnya benar-benar siap. Kita ingin sekolah ini bukan hanya bagus bangunannya. Anak-anak juga harus nyaman belajar karena fasilitas pendukungnya berfungsi. Karena air bersih itu kebutuhan dasar,” ujar Sofyan, Rabu (12/8/2026).
Solusi atas persoalan ini tidak cukup sekadar upaya memenuhi kebutuhan harian. Jauh lebih penting, menurutnya, adalah memastikan bagaimana sekolah mendapat layanan air bersih secara berkelanjutan.
Maka dari itu, Sufyan meminta pihak terkait untuk segera mencari jalan keluar agar sekolah tidak bergantung pada solusi alternatif.
“Solusi sementara itu sudah bagus. Tapi jangan kemudian menganggap solusi itu sebagai satu-satunya cara mengatasi persoalan,” jelas Politisi PKB itu.
Lanjut Sufyan mendorong penguatan koordinasi antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dengan PTMB dalam melihat peluang penyediaan jaringan air bersih. Mengingat pentingnya keberadaan fasilitas ini untuk mendukung pemerataan pendidikan di kawasan Balikpapan Timur.
“Harus dibicarakan bersama. Disdik tahu kebutuhan sekolah, PTMB tahu kondisi jaringan. Kalau memang bisa, kita dorong segera. Kalau ada kendala teknis, cari alternatif yang paling tepat,” pesannya.














