Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan berkomitmen menggiring realisasi pembangunan Depo Kontainer di Kilometer 13, Balikpapan Utara. Sebagai bentuk keseriusan, dewan mendorong agar proyek bernilai Rp175 miliar itu masuk dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2027.
Ketua Komisi III, Yusri, mengungkapkan bahwa pembangunan fasilitas penampungan peti kemas dan kantong parkir kendaraan berat itu menunjukkan tren progresif.
Pemerintah Kota (Pemkot) menjadwalkan, proses pematangan lahan pembangunan depo mulai bergulir bulan Juli ini. Untuk tahap awal proyek tersebut, Pemkot Balikpapan juga telah menyiapkan anggaran Rp10 miliar.
“Yang akan berjalan proses pematangan lahannya. Kalau tahap awal ini selesai, depo sudah bisa fungsional menampung 17 unit kendaraan berat untuk parkir,” beber Yusri mengenai hasil rapat pembahasan akhir Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 bersama Dinas Perhubungan pada Kamis (27/6/2026).
Mencermati progres tersebut, fokus Komisi III kini tertuju pada pengelolaan fasilitas ke depannya.
Legislatif ingin Pemkot Balikpapan segera melaksanaan proyek ini, sebelum Pemerintah Provinsi (Pemprov) melangkah. Sehingga, kendali tata kelola atas aset tersebut nantinya berada di bawah kendali pemerintah kota.
Potensi sumbang Rp100 miliar ke kas daerah setiap tahun
Yusri meyakini, kapasitas keuangan daerah mampu membiayai proyek tersebut mulai tahun depan. Sebelumnya, DPRD bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) sepakat memproyeksikan APBD Tahun 2027 sebesar Rp3,461 triliun.
“Kami ingin Depo Kilometer 13 itu tetap jadi bagian dari Pemerintah Kota, tidak ke Pemerintah Provinsi. Kita bangun stadion dengan anggaran sampai Rp2 triliun saja bisa. Kenapa harus mengandalkan anggaran dari provinsi? Kalau begitu, sebenarnya kita sendiri mampu,” lugasnya.
Dukungan dan optimisme dewan ini, menurut Yusri, cukup berdasar. Ibarat investasi, operasional infrastruktur pendukung aktifitas logistik di Balikpapan itu menawarkan imbal balik bagi perekonomian daerah.
Menurut hasil kajian bisnis, Depo Kontainer ini kelak menjadi penyumbang besar pendapatan asli daerah (PAD). Maka itulah Komisi III getol mendorong pemerintah kota untuk segera merealisasikan proyek ini.
“Nah, nanti kalau terbangun bisa jadi sumber PAD yang besar bagi Kota Balikpapan. Potensinya bisa mencapai Rp100 Miliar per tahun. Makanya, pembangunan ini harus segera kita realisasikan,” demikian Yusri.














