DPRD bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menandatangani Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) tahun anggaran 2026. Penandatanganan dokumen ini berlangsung saat Rapat Paripurna DPRD Kota Balikpapan pada Rabu (13/8/2025).
Penandatanganan KUA PPAS ini sebagai bentuk kesepakatan bersama atas proyeksi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Balikpapan tahun 2026.
Ketua DPRD Kota Balikpapan, Alwi Al Qadri, menjelaskan bahwa penetapan Peraturan Daerah tentang APBD harus diawali dengan kesepakatan KUA PPAS. Hal ini sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.
Dalam pembahasan KUA PPAS, Badan Anggaran DPRD, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), dan perangkat daerah menyepakati sejumlah poin penting. Antara lain, proyeksi Pendapatan daerah pada 2026 mencapai Rp3,83 triliun. Belanja daerah sebesar Rp4,28 triliun dan pembiayaan daerah mencapai Rp450 miliar. Angka tersebut menjadi dasar perencanaan keuangan kota di tahun mendatang.
Pada kesempatan itu, Alwi juga mengumumkan kesepakatan terkait proyek strategis di Balikpapan Timur. Pembangunan RSU Balikpapan Timur akan dilaksanakan melalui kontrak tahun jamak selama tiga tahun dengan anggaran total Rp273,27 miliar.
Menurutnya, rumah sakit tersebut akan memperkuat layanan kesehatan di wilayah timur kota. Selama ini, warga di kawasan tersebut harus menempuh jarak cukup jauh untuk mendapatkan layanan medis memadai.
“Pembangunan RSU Balikpapan Timur menjadi salah satu prioritas demi pemerataan fasilitas kesehatan,” ujar Alwi saat memimpin rapat paripurna.
Dengan adanya kesepakatan ini, DPRD dan pemerintah daerah menargetkan seluruh tahapan persiapan proyek dapat segera berjalan. Alwi menegaskan, sinergi antara legislatif dan eksekutif menjadi kunci agar program pembangunan berjalan tepat sasaran.
Masih dalam kesempatan yang sama, Ketua DPRD turut mengapresiasi langkah Pemerintah Kota untuk meninjau langsung informasi terkait dugaan kelangkaan beras. Ia menegaskan, hasil pengecekan ke sejumlah gudang dan distributor menunjukkan stok beras aman untuk memenuhi kebutuhan warga.
“Stok beras di Balikpapan dinyatakan aman. Jadi, saya mengimbau warga agar tidak panik dan membeli berlebihan,” pinta Alwi.