Lapangan Handil, salah satu lapangan minyak utama di Wilayah Kerja (WK) Mahakam, Kalimantan Timur, kembali beroperasi. Kini lapangan minyak tersebut membukukan produksi 15.020 barel minyak per hari (bopd).
Jumlah tersebut meningkat lima persen pasca revitalisasi sumur dan fasilitas penunjang lainnya melalui program Handil Rejuvenation.
PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) mempersiapkan program ini sejak 2023. Persetujuan SKK Migas bersama PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mengawali proyek revitalisasi lapangan mature di wilayah Kutai Kartanegara tersebut. Kemudian proses berlanjut ke tahap penyelesaian detailed engineering, pengadaan material, fabrikasi dan instalasi. Hingga pelaksanaan tie-in atau penyambungan akhir ke sistem existing pada 8–19 April 2026 lalu.
Tahap pengerjaan tie-in itu beriringan dengan perawatan fasilitas produksi Central Processing Area (CPA) untuk memastikan keselamatan dan integrisasi sistem. Tahapan ini meliputi perawatan empat compressor, delapan vessel, kemudian penyelesaian pekerjaan integrasi fasilitas produksi. Serta inspeksi pipa penyalur menggunakan teknologi Intelligent Pigging atau Inline Inspection (ILI).
Handil Rejuvenation juga meliputi kegiatan planned shutdown, yaitu penghentian operasi yang terencana dan bersifat sementara untuk tujuan pemeliharaan, perbaikan, peningkatan, atau modifikasi.
PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), selaku induk usaha PHM, mengakui capaian produksi Lapangan Handil tak lepas dari faktor kinerja sistem proses dan compressor yang lebih optimal setelah tahap perawatan fasilitas.
“Program Handil Rejuvenation dan berbagai kegiatan peningkatan fasilitas produksi lainnya menunjukan komitmen besar PHM dalam menjaga integritas aset. Meningkatkan keselamatan operasi, serta mendukung keberlanjutan produksi migas dan ketahanan energi nasional,” terang Direktur Utama PHI, Sunaryanto, Kamis (7/5/2026).
Inisiatif program perawatan dan peningkatan integritas fasilitas produksi ini merujuk pada hasil evaluasi terhadap usia operasional dan kondisi fasilitas CPA. Termasuk kondisi pipa-pipa utama berukuran 16 dan 20 inchi.
Hasil kajian menunjukkan perlunya peningkatan kondisi fasilitas untuk memastikan keandalan operasionalnya sesuai standar keselamatan. Selain itu, perlunya peremajaan dan modernisasi sistem safety shutdown. Yakni, pengaman otomatis yang berfungsi menghentikan sebagian atau seluruh proses operasi saat terdeteksi kondisi tertentu.
Dalam pelaksanaannya, PHM mengganti pipa utama CPA sepanjang 350 meter, retrofit Distributed Control System (DCS), dan Fire & Gas (F&G) System. Pekerjaan berjalan di bawah pengawasan aspek kesehatan dan keselamatan kerja secara ketat sejak November 2024. Pendekatan ini bertujuan untuk meminimalisir dampak terhadap keberlangsungan produksi Lapangan Handil.
General Manager PHM, Setyo Sapto Edi, menegaskan seluruh rangkaian tersebut melalui prosedur HSSE (Health, Safety, Security, and Environment) ketat.
“Kegiatan full shutdown yang kompleks ini melibatkan hampir 1.000 personel dengan operasi kerja 24 jam, penerbitan 242 izin kerja, pelaksanaan 45 hot work naked flame atau NFL, dan total 241.176 jam kerja atau man hours,” jelas Setyo.
Melalui kolaborasi lintas fungsi dan komitmen kuat terhadap aspek HSSE, kegiatan tie-in Handil Rejuvenation rampung dengan aman tanpa recordable injury. Proses ini juga selesai satu hari lebih cepat dari perencanaan awal. Kemudian, realisasi kehilangan produksi tercatat lebih rendah dari estimasi awal.










