Sekretaris Komisi I DPRD Balikpapan, Muhammad Najib, menegaskan perlunya pembenahan atas sistem pencatatan kematian. Hal ini untuk menyoroti banyaknya data warga meninggal yang masih tercatat sebagai peserta aktif penerima bantuan iuran BPJS Kesehatan.
“Data yang tidak diperbarui membuat anggaran bocor. Pemerintah bisa saja terus membayar iuran bagi warga yang sudah meninggal,” terang Najib, Senin (7/7/2025).
Sumber persoalan ini, menurut Najib, sebagai akibat kurang pro aktif-nya masyarakat, terutama dari pihak keluarga untuk melakukan pembaruan data. Banyak ahli waris tidak mengurus akta kematian karena kurang informasi atau kesadaran yang rendah.
Untuk itu, ia mendorong strategi jemput bola dalam hal pencatatan kematian. Pendekatan ini serupa dengan sistem pencatatan kelahiran secara otomatis yang telah berjalan melalui rumah sakit dan puskesmas.
“Kalau kelahiran bisa langsung masuk sistem melalui faskes, seharusnya data kematian juga bisa begitu,” ujarnya.
Lebih lanjut, Najib memaparkan, bahwa rumah sakit, puskesmas, pengelola pemakaman, atau laporan kepolisian bisa menjadi sumber pemutakhiran data kematian. Berarti pula, sistem ini memerlukan sinergi antarinstansi.
Melalui dorongan DPRD, Disdukcapil Kota Balikpapan menyatakan siap menerapkan pendataan warga meninggal dunia lebih aktif mulai tahun 2026.
Langkah ini bertujuan memperbaiki akurasi data kependudukan dan menekan pemborosan anggaran. Termasuk untuk mendukung program bantuan iuran BPJS Kesehatan.
Instansi ini nantinya menjalin kerja sama dengan fasilitas kesehatan, aparat kelurahan, dan pihak lain yang relevan dalam pendataan. Dengan begitu, sistem pemutakhiran data penduduk dapat berjalan secara berkelanjutan.
Najib menyambut positif langkah ini sebagai upaya mendukung penggunaan anggaran yang efisien dan tepat sasaran.
“Ini langkah maju. Pemerintah bisa menghemat anggaran dan memperbaiki kualitas layanan publik,” tegasnya.
Dewan, khususnya Komisi I, berharap pendekatan serupa dapat diterapkan pada bidang pelayanan lainnya, agar tata kelola kependudukan semakin akurat.