Ketua Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Yusri, menekankan perlunya strategi menyeluruh untuk memastikan penanganan banjir benar-benar efektif. Langkah-langkah teknis, mulai dari pengerukan sedimen, pelebaran sungai, hingga penyediaan rumah pompa harus berjalan secara kolaboratif dan bertahap.
Politisi Partai Golkar itu menyatakan, langkah pengentasan banjir di Balikpapan saat ini terbilang mendesak. Dengan upaya komprehensif, Yusri optimistis persoalan banjir yang masih membelit warga dapat segera teratasi.
Dia membeberkan, bahwa rencana penanganan saat ini sudah berada di meja Dinas Pekerjaan Umum (DPU). Pertama, pelebaran sungai menjadi antara 40-50 meter berguna meningkatkan daya tampung dan kapasitas debit air dari wilayah hulu ke hilir.
“Salah satu poin penting adalah pelebaran sungai untuk meningkatkan daya tampung air. Contohnya, di kawasan Damai Bahagia. Di sana sering terdampak banjir karena sungai menyempit,” paparnya, Selasa (7/4/2026).
Lebih lanjut, Yusri mengemukakan, selain pelebaran sungai, penanganan banjir juga perlu pendekatan lain. Di antaranya pengerukan sedimen, utamanya di daerah aliran sungai untuk normalisasi aliran air.
Fokus penanganan selanjutnya yakni, penambahan rumah pompa. Saat ini rumah pompa di beberapa pintu air sudah beroperasi.
“Karena sungai itu menyempit dan mengalami pendangkalan akibat sedimentasi, aliran air tidak lancar. Saat ini sebagian rumah pompa sudah beroperasi dan ke depan akan ditambah beberapa unit lagi,” jelasnya.
Meski demikian, Yusri mengingatkan, realisasi program strategis tersebut masih sangat bergantung pada kekuatan anggaran daerah. DPRD Balikpapan sejatinya berkomitmen untuk terus mendorong agar penanganan banjir tetap masuk dalam daftar prioritas pemerintah kota.
Dia berharap kemampuan fiskal daerah ke depannya lebih stabil, agar program-program penanganan dapat berjalan sesuai perencanaan dan segera terealisasi. “Harapannya anggaran kita ke depan tetap memungkinkan sehingga rencana ini bisa terlaksana,” tuturnya.














