BeritaParlementaria

Kisruh Gejolak Harga LPG Subsidi di Balikpapan, Taufik Usul Bentuk Satgas

×

Kisruh Gejolak Harga LPG Subsidi di Balikpapan, Taufik Usul Bentuk Satgas

Sebarkan artikel ini
Sekretaris Komisi I DPRD Balikpapan, Taufik Qul Rahman, mendorong pembentukan Satgas LPG Bersubsidi. Pengawasan menjadi langkah penting agar harga tetap stabil dan pasokan terjaga. (ilustrasi: repro)

DPRD Kota Balikpapan menyoroti lonjakan harga dan kelangkaan gas LPG bersubsidi yang semakin meresahkan masyarakat.

Sekretaris Komisi II DPRD Balikpapan, Taufik Qul Rahman, menegaskan bahwa kondisi ini memerlukan perhatian lebih dari instansi terkait. Pengawasan menjadi langkah penting agar harga tetap stabil dan pasokan terjaga.

Permasalahan distribusi atau harga LPG 3 kg bukan suatu hal yang baru. Kondisi serupa acap terjadi hampir saban tahun.

Namun, dalam beberapa waktu terakhir ini sudah meresahkan banyak masyarakat. Pasalnya harga gas subsidi di pasaran bisa menembus hingga Rp80.000 per tabung. Padahal Harga Eceran Tertinggi (HET) sesuai ketentuan pemerintah, hanya Rp19.000 per tabung.

“Kalau sesuai dengan harga HET, mestinya hanya Rp19 ribu. Tidak mungkin lebih dari itu,” sebut Taufik, Kamis (13/2/2025).

Untuk mengatasi masalah ini, Ia mengusulkan pembentukan panitia khusus (Pansus) atau satuan tugas (Satgas) yang berwenang mengawasi distribusi LPG. Pengawasan ini mencakup rantai distribusi mulai dari agen hingga pengecer.

Pengawasan distribusi LPG subsidi sejatinya berada di bawah kewenangan Dinas Perdagangan dan Bagian Ekonomi Sekretariat Daerah Kota Balikpapan. Namun demikian, dewan wajib mendorong pemerintah untuk memastikan distribusi berjalan baik demi menjaga kestabilan harga dan ketersediaan pasokan bagi masyarakat.

“Kita tidak mengawasi langsung Pertamina, tapi kita bisa mendorong pemerintah kota untuk memastikan pengawasan dilakukan dengan baik,” terang Taufik.

DPRD Balikpapan juga berencana melakukan investigasi terkait penyebab lonjakan harga dan kelangkaan LPG. Investigasi ini bertujuan menemukan solusi konkret agar masyarakat tidak terus mengalami kerugian akibat ketidakseimbangan harga dan pasokan.

Komisi II turut mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melaporkan harga atau pasokan LPG di lingkungan tempat tinggalnya. Langkah ini berguna sebagai deteksi dini potensi gangguan distribusi gas subsidi.

Tinggalkan Balasan

Berita

Komisi II DPRD Balikpapan memastikan ketersediaan bahan pokok penting (bapokting) masih aman untuk memenuhi permintaan masyarakat.

Komisi yang membidangi ekonomi di legislatif itu telah berkoordinasi dengan perangkat daerah terkait. Terutama dengan Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Balikpapan dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) pada hari Senin (30/3/2026)

Berita

Ketua Komisi II DPRD Kota Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah, membenarkan adanya tunggakan pajak sekitar Rp3 miliar oleh Rumah Makan (RM) Padang Upik.

Adi memastikan permasalahan tersebut sudah mendapat penanganan dinas terkait. Jumlah tersebut, merupakan sisa tunggakan wajib pajak. Namun, ia tak merinci jumlah persis pokok tunggakan maupun sanksi denda keterlambatan pembayaran

Berita

Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan menyoroti lemahnya pengamanan aset daerah. Ketua Komisi II, Fauzi Adi Firmansyah, menekankan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan agar lebih serius melakukan langkah-langkah penyelamatan aset. Sehingga dapat meminimalisir risiko sengketa dan pemanfaatan aset dapat lebih optimal