Wakil Ketua DPRD Balikpapan, Budiono, memastikan pembahasan perubahan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2025 telah memenuhi ketentuan.
Perubahan KUA-PPAS berangkat dari penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) untuk kemudian masuk ke tahap pembahasan Badan Anggaran DPRD.
“Memang ada pos anggaran yang berkurang dan ada yang bertambah. Ini dipengaruhi dana transfer pusat dan bantuan keuangan dari Pemprov Kaltim. Perubahan juga terjadi bila PAD yang kita targetkan tidak tercapai menjelang akhir tahun. Kalau tidak tercapai, tentu harus dilakukan penyesuaian,” urai Budiono, usai Rapat Paripurna DPRD, Senin (11/8/2025).
Lebih lanjut, ia menyampaikan perlunya penyesuaian anggaran untuk menjaga kinerja pemerintah daerah. Setiap perubahan anggaran tentunya mempertimbangkan tiga hal utama, yaitu PAD, dana transfer pusat, dan bantuan keuangan daerah. Namun pelaksanaannya tetap mengacu pada KUA-PPAS yang sudah disepakati.
Dalam hal ini, DPRD berperan dalam memastikan pengalokasian anggaran menjadi tepat sasaran. Ia mengingatkan, perubahan bukan berarti mengurangi program prioritas, melainkan sebagai penyesuaian agar target pembangunan tercapai.
“Perubahan anggaran ini tidak lepas dari dinamika pendapatan daerah. Kalau pendapatan berkurang, kita harus menyesuaikan belanja. Tapi prinsipnya, pembangunan tetap berjalan,” lugasnya.
Budiono mengingatkan agar pemerintah kota dapat menjaga keseimbangan antara pendapatan dan belanja dengan melakukan evaluasi secara rutin. Kemudian juga, ia ingin setiap program pembangunan mempertimbangkan manfaat jangka panjang dan kepentingan masyarakat luas.
Berkaitan dengan pembangunan, Budiono menyoroti minimnya kegiatan pengaspalan di jalan-jalan lingkungan akhir-akhir ini. Ia mengkritisi pola pembangunan jalan yang belangkan ini lebih banyak menggunakan metode pengecoran.
“Kalau dicor, tebalnya 10 cm. Dua tahun dicor terus, rumah warga lama-lama bisa tenggelam. Kalau diaspal cukup 5 cm, tapi bisa awet,” tegasnya.
Politisi PDI Perjuangan ini menilai, pengaspalan lebih menguntungkan secara teknis dan ekonomi. Selain itu, kualitas jalan tetap terjaga tanpa menimbulkan dampak negatif pada lingkungan sekitar.