BeritaBerita UtamaParlementaria

Atensi Karhutla Hingga Dampak Kesehatan Warga, Komisi IV DPRD Balikpapan Bakal Panggil BPBD dan Dinkes

×

Atensi Karhutla Hingga Dampak Kesehatan Warga, Komisi IV DPRD Balikpapan Bakal Panggil BPBD dan Dinkes

Sebarkan artikel ini
kebakaran hutan balikpapan
Anggota Komisi IV DPRD Balikpapan, Riyan Indra Saputra, ungkap rencana pemanggilan BPBD dan Dinas Kesehatan untuk mengetahui sejauh mana penanggulangan karhutla dan antisipasi dampaknya terhadap kesehatan warga. (foto: narasinegeri)

narasinegeri – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan menaruh perhatian serius terhadap potensi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dewan berencana memanggil Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk membahas sejauh mana pencegahan maupun penanganan telah berjalan di lapangan.

“Kita rencananya mau memanggil perangkat daerah terkait untuk melihat sudah sejauh mana upaya pencegahan dan penanganannya,” ujar Anggota Komisi IV, Riyan Indra Saputra, saat di gedung DPRD Balikpapan, Kamis (27/8/2026).

Menurut pengamatannya, edukasi mengenai pencegahan karhutla sudah berjalan berjenjang secara masif. Mulai dari Ketua RT, Babinsa, Bhabinkamtibmas, maupun Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) di lingkungan masing-masing.

Meskipun titik api skala besar di wilayah Balikpapan belum terpantau signifikan, Riyan tetap mengingatkan agar masyarakat tidak ceroboh. Di tengah iklim kemarau, ia meminta masyarakat untuk menghindari aktivitas yang bisa memicu kebakaran. Seperti, membakar sampah atau tumpukan limbah yang mudah terbakar tanpa pengawasan.

“Kami imbau warga jangan membakar sampah atau limbah yang mudah terbakar secara sembarangan. Jangan sampai terjadi kebakaran. Setiap warga perlu meningkatkan kewaspadaan,” imbaunya.

Karena itu, fokus dewan kini tertuju pada efektivitas penanggulangan dan penanganan atas munculnya titik api oleh pihak terkait.

Selain BPBD, Komisi IV juga akan melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan. Langkah ini untuk menelusuri sejauh mana kesiapan pemerintah kota untuk mengantisipasi dampak karhutla terhadap kesehatan warga. Utamanya mengenai potensi gangguan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), mengingat tingginya kasus karhutla di pelbagai daerah tetangga.

Apalagi, kata Riyan, pihaknya telah mendapat laporan terkait keluhan gangguan pernapasan dalam beberapa waktu terakhir. Komisi IV ingin memastikan kesiapsiagaan dinas terkait sudah berjalan optimal.

“Sudah ada laporan sebagian warga yang merasa sesak napas atau kena ISPA. Nanti coba kita koordinasikan dengan Dinas Kesehatan Kota,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan