BeritaParlementaria

Sesalkan Kasus Dugaan Pengeroyokan Guru oleh Pelajar, Gasali Sorot Pengawasan Orang Tua dan Pendidikan Karakter

×

Sesalkan Kasus Dugaan Pengeroyokan Guru oleh Pelajar, Gasali Sorot Pengawasan Orang Tua dan Pendidikan Karakter

Sebarkan artikel ini
sesalkan kasus dugaan pengeroyokan guru
Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan, Gasali, menyesalkan terjadinya kasus dugaan pengeroyokan guru SD oleh pelajar SMK. Dia berharap kasus ini menjadi bahan evaluasi bagi semua pihak. (foto: narasinegeri)

narasinegeri – Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan, Gasali, menyayangkan kasus dugaan pengeroyokan guru SD oleh dua pelajar SMK di Balikpapan Timur. Ia meyakini, tidak ada pihak yang membenarkan adanya tindakan kekerasan. Maka dari itu, peristiwa ini harus menjadi pembelajaran bagi semua pihak.

Upaya mencegah berulangnya kasus serupa, kata Gasali, bukan hanya menjadi tanggung jawab sekolah. Melainkan juga membutuhkan peran aktif orang tua dalam mengawasi pergaulan anak di luar lingkungan sekolah.

“Kita sangat menyayangkan ada kejadian seperti ini. Di lingkungan sekolah memang menjadi tanggung jawab guru. Tetapi guru juga memiliki batas kemampuan. Tentu keterlibatan para orang tua juga kita harapkan,” terang Gasali, Rabu (5/8/2026).

Kontrol orang tua menjadi faktor penting, apalagi peristiwa tersebut terjadi di luar lingkungan sekolah. Utamanya, dalam hal mengawasi pergaulan anak demi mencegah pengaruh lingkungan yang dapat memicu sikap dan tindakan negatif.

“Anak di bawah umur terkadang kontrol emosinya masih labil. Oleh karena itu, keterlibatan orang tua mengawasi di luar sekolah sangat diperlukan agar pergaulannya bisa terkontrol,” sarannya.

Gasali mengimbau para pelajar menjadikan sekolah sebagai tempat menimba ilmu sekaligus membentuk sikap dan perilaku yang baik. Pelajar harus menghormati guru, sekalipun di luar sekolah.

Selain itu, Gasali meminta sekolah untuk terus memperkuat pendidikan karakter agar siswa lebih bijaksana ketika menghadapi persoalan.

Di sisi lain, ia mengingatkan guru juga perlu memahami karakter setiap peserta didik. Pendekatan yang tepat akan membantu siswa dalam menerima pembinaan.

“Harapan kita juga bagaimana guru memahami karakter anak. Guru juga harus memperlihatkan etika saat menegur atau menyampaikan sesuatu, sehingga anak bisa menerima dengan baik,” pesannya.

Meski demikian, ia berharap peristiwa tersebut menjadi bahan evaluasi bersama untuk memperkuat pendidikan karakter di sekolah. Sekaligus meningkatkan sinergi antara guru, orang tua, dan pemerintah agar kejadian serupa tidak terulang di Kota Balikpapan.

“Semoga kejadian ini menjadi pembelajaran bagi kita semua sehingga tidak terulang kembali di Kota Balikpapan,” harapnya

Tinggalkan Balasan