BeritaParlementaria

Tren Risiko Kebakaran Meningkat, Oddang Bangkitkan Lagi Rencana Pengadaan APAR di Lingkungan RT

×

Tren Risiko Kebakaran Meningkat, Oddang Bangkitkan Lagi Rencana Pengadaan APAR di Lingkungan RT

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi III DPRD Balikpapan, Syarifuddin Oddang, kembali gulirkan wacana lama soal pengadaan APAR di lingkungan RT. (foto: ist/*)

Wacana program pengadaan alat pemadam api ringan (APAR) di tiap lingkungan rukun tetangga (RT) di Balikpapan kembali menggelinding ke publik.

Anggota Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Syarifuddin Oddang, menyampaikan dukungannya terhadap rencana tersebut sebagai salah satu langkah mengantisipasi kebakaran. Dia menilai, keberadaan APAR di lingkungan RT bermanfaat penting dalam upaya penanganan awal sebelum kebakaran meluas.

Ia mengakui program tersebut bukan wacana baru, bahkan telah lama masuk dalam pembahasan perencanaan daerah.

“Secara fungsi sangat membantu, terutama untuk mengantisipasi kebakaran sejak dini di lingkungan masyarakat,” sebutnya saat ditemui di Gedung DPRD Balikpapan, Senin (30/3/2026).

Meski begitu, realisasi program tersebut masih harus bergantung pada ketersediaan keuangan daerah dan mekanisme pengalokasian anggaran yang berlaku. Oddang menjelaskan, usulan pengadaan APAR harus melalui proses perencanaan. Satu di antaranya, forum musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang), sebelum dapat masuk ke dalam rencana kerja anggaran (RKA).

Setelah itu, proses masih perlu melalui pembahasan soal kepastian terkait pengelolaan perangkat tersebut. Apakah pengelolaannya diserahkan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), kecamatan, atau kelurahan.

Oddang optimistis, program tersebut mendapat dukungan besar DPRD sepanjang prosesnya sesuai ketentuan dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Pada prinsipnya kami setuju, tinggal menyesuaikan dengan kondisi anggaran dan mekanisme pengusulannya,” demikian dia.

Rencana pengadaan APAR di lingkungan RT kembali mencuat usai mencermati masih tingginya risiko kebakaran permukiman di Balikpapan.

Belum lama ini, kejadian kebakaran di wilayah permukiman warga terbilang cukup meningkat. Bahkan, yang terbaru sekurangnya ada empat kejadian kebakaran di beberapa wilayah. 

Tren tersebut sekaligus mengingatkan berbagai pihak akan pentingnya langkah mitigasi, termasuk kewaspadaan dan kesiagaan masyarakat. Bukan sekadar menekan kuantitas kejadian, melainkan juga meminimalisir dampak kebakaran.

Tinggalkan Balasan

Berita

Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan menyoroti lemahnya pengamanan aset daerah. Ketua Komisi II, Fauzi Adi Firmansyah, menekankan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan agar lebih serius melakukan langkah-langkah penyelamatan aset. Sehingga dapat meminimalisir risiko sengketa dan pemanfaatan aset dapat lebih optimal

Berita

DPRD Kota Balikpapan menyoroti serius kasus dugaan keterlibatan aparatur sipil negara (ASN) daerah dalam peredaran narkotika. Wakil Ketua DPRD, Yono Suherman, menilai persoalan ini bukan sekadar pelanggaran individu, tetapi berpotensi mencoreng citra birokrasi. Bahkan melemahkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan publik pemerintah

Berita

DPRD Kota Balikpapan belum menentukan sikap terkait rencana penerapan Work From Anywhere (WFA) bagi aparatur sipil negara (ASN). Sampai saat ini, Dewan masih menunggu keputusan resmi maupun instruksi tertulis dari pemerintah pusat, khususnya Kementerian Dalam Negeri