DPRD Kota Balikpapan menyoroti serius kasus dugaan keterlibatan aparatur sipil negara (ASN) daerah dalam peredaran narkotika. Wakil Ketua DPRD, Yono Suherman, menilai persoalan ini bukan sekadar pelanggaran individu, tetapi berpotensi mencoreng citra birokrasi. Bahkan melemahkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan publik pemerintah.
Yono menekankan agar kasus ini menjadi peringatan bagi seluruh jajaran ASN di lingkungan Pemerintah Kota Balikpapan. Meski prosesnya masih berjalan dan belum ada putusan hukum mengikat terhadap oknum ASN yang bersangkutan.
“Ini menjadi pukulan. Walaupun secara hukum belum bisa disimpulkan bersalah, tapi kasus ini sudah cukup mencoreng citra ASN di mata masyarakat,” tegasnya, Senin (30/3/2026).
Masyarakat acap memposisikan ASN pada peran dan tanggung jawab penting dalam pelayanan publik. Oleh karena itu, menurut Yono, setiap perilaku oknum ASN yang menyimpang, apalagi berkaitan dengan narkotika, akan menuai kesan kontradiktif dengan paradigma tersebut.
Lebih lanjut, dia mengingatkan bahwa penyalahgunaan narkoba juga berpotensi mempengaruhi lingkungan kerja. Politisi Partai NasDem itu khawatir, kasus serupa dapat memengaruhi lingkungan kerja di instansi pemerintahan, jika tidak disikapi secara tegas.
“Yang kita khawatirkan dampaknya ke lingkungan kerja. Jangan sampai ini menjadi pintu masuk kepada ASN yang lain,” jelasnya.
Mencermati hal itu, Yono mendorong pemerintah kota agar mempertimbangkan pelaksanaan tes urine berkala terhadap seluruh ASN sebagai pencegahan. Kebijakan tersebut menjadi penting untuk memastikan lingkungan birokrasi yang bersih dari penyalahgunaan narkoba.
Yono turut mengusulkan agar tes tersebut menjadi syarat utama proses rekrutmen ASN, tak terkecuali bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Dengan begitu, pemerintah kota menjamin proses perekrutan berlangsung secara transparan dan memastikan ASN bebas dari narkoba.
DPRD siap mengkawal pembahasan dan perumusan tentang kebijakan tersebut bersama pemerintah kota, sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pencegahan narkoba di lingkungan ASN.
“Jangan sampai kita gencar memerangi narkoba di masyarakat, tapi di internal justru ada yang terlibat. Ini harus menjadi perhatian serius bersama,” pintanya.














