BeritaBerita UtamaParlementaria

Sikapi Gejolak Solar Subsidi, Ketua DPRD Balikpapan Ajak Pengunjuk Rasa Temui BPH Migas

×

Sikapi Gejolak Solar Subsidi, Ketua DPRD Balikpapan Ajak Pengunjuk Rasa Temui BPH Migas

Sebarkan artikel ini
Aksi unjukrasa sopir truk bersama aliansi mahasiswa di depan kantor DPRD Kota Balikpapan, Senin (4/5/2026). Massa aksi menuntut solusi konkret mengatasi antrean panjang solar subsidi di SPBU. (foto: narasinegeri)

Ketua DPRD Kota Balikpapan, Alwi Al Qadri, menilai wajar protes masyarakat terkait minimnya suplai solar subsidi atau biosolar (B40).

Dari total 19 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Balikpapan, hanya 2 di antaranya yang melayani pengisian biosolar. Kondisi tersebut kemudian memicu antrean panjang truk muatan di SPBU Kilometer 13 dan 15, Balikpapan Utara dalam beberapa waktu terakhir.

Fenomena ini semakin parah lantaran ketersediaan B40 di kedua SPBU khusus tersebut justru sangat terbatas. Lantaran hal itu, para sopir harus mengantre hingga 3 hari 2 malam untuk mendapatkan solar subsidi.

Menyikapi kisruh tersebut, ratusan sopir truk bersama aliansi mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa ke DPRD Kota Balikpapan. Mereka menuntut penambahan suplai agar SPBU dapat melayani pengisian solar subsidi 1X24 jam.

“Tadi ada delapan tuntutan yang disampaikan massa aksi. Salah satu poin pentingnya agar SPBU bisa melayani 24 jam dan penambahan kuota,” ungkap Alwi usai menerima pengunjuk rasa di depan gedung DPRD Kota Balikpapan, Senin (4/5/2026).

Menanggapi tuntutan massa aksi, Alwi selanjutnya meminta Pertamina Patra Niaga (PPN) membuka pelayanan 24 jam di kedua SPBU. “Alhamdulillah, per hari ini juga Pertamina menyanggupi untuk membuka 24 jam. Dan mereka menggaransi stok solar akan cukup sepanjang 24 jam itu,” sambungnya.

Belum selesai di situ, DPRD juga akan mendorong masalah minimnya pasokan solar subisidi ini ke BPH Migas. Di Jakarta, Dewan bersama Pertamina, perwakilan sopir dan mahasiswa akan meminta penambahan kuota untuk Kota Balikpapan.

Idealnya seluruh SPBU Balikpapan melayani pengisian solar subsidi

Bagi Alwi, langkah ini menjadi penting dalam mengatasi masalah klasik antrean panjang kendaraan di SPBU kota minyak. Sejatinya, DPRD bukan kali pertama menyuarakan penambahan kuota bahan bakar ke pusat.

“Penambahan kuota itu keputusannya ada di BPH Migas. Tadi saya tawarkan untuk bersama-sama ke Jakarta meminta penambahan kuota. Karena miris juga, kalau 500 truk harus mengantre sampai berhari-hari di SPBU,” sesalnya.

Politisi Partai Golkar itu menilai, layanan biosolar yang saat ini hanya terfokus di dua SPBU sebagai kondisi tidak ideal. Dengan adanya penambahan kuota, Alwi berharap seluruh SPBU di Balikpapan dapat melayani pengisian solar subsidi sehingga anteran kendaraan dapat terurai.

“Ini kan lucu juga, daerah kita memproduksi minyak tapi kita sendiri kesusahan mendapat minyak. Dan ini sudah kesekian kali. Jadi, kalau ada penambahan kuota, semua SPBU bisa melayani, antrean juga bisa terurai,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan