Komisi IV DPRD Kota Balikpapan menyoroti kabar percobaan penculikan anak yang akhir-akhir ini santer beredar di tengah masyarakat. Dewan mengaku prihatin atas kejadian yang terjadi sekaligus menekankan penguatan langkah pencegahan dalam mendukung upaya perlindungan anak.
Anggota Komisi IV DPRD Balikpapan, Sufyan Jufri, mengatakan peristiwa tersebut tidak hanya memicu rasa prihatin. Melainkan juga mengganggu rasa aman masyarakat, terutama menimbulkan kekhawatiran di kalangan orang tua.
“Isu ini membuat warga, terutama orang tua, menjadi waswas. Ada kekhawatiran jika kejadian yang sama menimpa anak-anaknya,” ujarnya, Senin (30/3/2026).
Sufyan menegaskan, situasi ini harus mendapat perhatian serius, mengingat Balikpapan menyandang predikat sebagai kota layak anak. Karena itu, perlindungan anak harus menjadi tanggung jawab bersama, tidak hanya menjadi beban bagi kalangan orangtua.
Meski demikian, peran keluarga tetap menjadi garda terdepan dalam hal pencegahan. Ia mengimbau kepada para orangtua untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak. Namun, upaya tersebut perlu mendapat dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah.
Politisi PKB itu mendorong pemerintah melalui dinas terkait, agar lebih aktif memberikan edukasi kepada masyarakat guna memastikan hak dan perlindungan anak terpenuhi. Selain itu, ia berharap aparat keamanan meningkatkan langkah preventif untuk menciptakan rasa aman di lingkungan warga.
Peran lingkungan, menurut Sufyan, juga menjadi faktor penting. Ketua rukun tetangga (RT) sepatutnya lebih peka terhadap aktivitas warga. Terlebih di tengah dinamika arus pendatang di Balikpapan sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara.
“RT harus memperhatikan pergerakan warga baru dan meningkatkan koordinasi dengan pihak terkait agar lingkungannya tetap terpantau,” tambahnya.
Terakhir, Sufyan mengingatkan perlunya perubahan pola pikir dalam penanganan masalah tersebut. Menurutnya, pihak-pihak berwenang harus bertindak aktif dalam melakukan pencegahan tanpa menunggu adanya kejadian.
“Kita harus mengedepankan pencegahan, jangan menunggu ada kejadian baru bertindak,” pesannya.














