Wakil Ketua I DPRD Kota Balikpapan, Yono Suherman, mengingatkan peran penting Kamar Dagang dan Industri (Kadin) dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurutnya, Kadin memikul tanggung jawab untuk mengakomodasi para pelaku usaha. Baik itu melalui edukasi, peningkatan kualitas sumber daya, termasuk mendorong kontribusi pelaku usaha dalam roda perekonomian kota Balikpapan.
Yono menyorot tren wirausaha di Balikpapan yang menunjukan perkembangan positif, meski masih perlu dorongan agar lebih kompetitif.
“Dengan peran Kadin yang optimal, kami berharap pertumbuhan ekonomi kota semakin meningkat, kesejahteraan masyarakat terangkat, serta semakin membuka peluang bagi pengusaha lokal,” terangnya saat menghadiri Musyawarah Kota (Mukota) IX Kadin Balikpapan di Royal Mahligai Golf Driving Club, Rabu (8/4/2026).
Politisi Partai Nasdem itu turut menekankan pentingnya peran Kadin dalam upaya menarik investasi ke daerah. Harapannya, dengan begitu akan meningkatkan skala proyek di kota Balikpapan dan mendorong pemerataan peluang usaha.
“Dengan masuknya investor dari luar, proyek akan semakin besar dan peluang bagi pelaku usaha lokal bisa terbagi lebih merata,” sebutnya.
Namun, ia kembali menekankan jangan sampai terjadi ketimpangan dalam mengoptimalkan investasi yang masuk ke daerah. Sebab, hal ini bukan hanya akan menutup kesempatan pelaku usaha lokal, tapi juga berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah.
Kondisi inilah yang menurutnya menjadi pekerjaan besar kepengurusan Kadin Kota Balikpapan periode mendatang.
“Ketua Kadin yang terpilih nantinya harus mampu menyerap aspirasi seluruh pengusaha dan memastikan adanya pemerataan peluang usaha, sehingga semua dapat berkontribusi bagi perekonomian kota,” tegasnya.
Yono menyebutkan, pemerintah bersama DPRD telah memberikan kemudahan, khususnya dalam hal perizinan, guna mendorong partisipasi Kadin dalam pembangunan ekonomi daerah.
Lebih lanjut, Yono berharap Mukot Kadin menjadi momentum optimalisasi pemberdayaan pengusaha di Balikpapan.
“Melalui Mukota ini, kami berharap tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi langkah awal untuk menumbuhkan semangat kewirausahaan, khususnya bagi pelaku usaha lokal sehingga dapat berkontribusi lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi Kota Balikpapan,” harapnya.














