Operasional transportasi umum Balikpapan City Trans (BCT) semakin akrab dengan aktivitas keseharian sebagian warga. Kondisi tersebut mengindikasikan tingginya minat masyarakat terhadap keberlangsungan operasional BCT.
Mencermati hal tersebut, DPRD Kota Balikpapan mendorong agar Pemerintah Kota memperluas akses layanan dan jam operasional BCT.
Wakil Ketua DPRD Balikpapan, Budiono, menilai BCT kini seolah menjadi solusi bagi mobilitas warga. Keberadaan sarana transportasi publik itu, sekaligus mendukung upaya pemerintah daerah dalam mengurai kemacetan lalu lintas.
Dengan peningkatan akses melalui penambahan rute dan jam operasional, Budiono meyakini BCT memberi manfaat lebih merata.
“Antusiasme masyarakat sangat tinggi. Ini sinyal kuat untuk pengembangan layanan BCT baik itu dari sisi jangkauan rute maupun jam operasionalnya,” terang Budiono, Senin (6/4/2026).
Saran tersebut, menurut dia, mengacu dari fakta bahwa masih ada wilayah yang belum tersentuh layanan BCT. Khususnya, di kawasan Balikpapan Barat dan Balikpapan Timur. Sehingga, patut menjadi pertimbangan pemerintah kota dalam mengambil langkah-langkah.
Penambahan Jam Operasional Perlu Sejalan dengan Armada
Selain itu, Budiono menilai, jam operasional BCT saat ini belum memenuhi kebutuhan masyarakat. Saat ini, operasional BCT terbatas mulai pukul 06.00 sampai 20.00 WITA setiap hari. Padahal, cukup banyak pekerja dengan sistem pergantian membutuhkan transportasi hingga larut.
“Kalau diperpanjang sampai pukul 22.00 atau 23.00 akan sangat membantu. Kita harus menyesuaikan dengan kebutuhan di lapangan,” usulnya.
Sebagai informasi, armada BCT saat ini merupakan bantuan dari Kementerian Perhubungan. Mengamati tren peningkatan pengguna, Budiono mendukung inisiatif pemerintah daerah untuk melakukan penambahan ke depannya.
Meski demikian, indikator tingginya minat masyarakat atas layanan BCT tak lepas dari faktor tarif gratis yang berlaku sampai saat ini. Tanpa mengesampingkan indikator tersebut, ia meyakini pemerintah daerah akan mempersiapkan solusi setelah melalui tahap evaluasi. Bahkan, tak menutup kemungkinan menerapkan subsidi agar operasional BCT tetap berlanjut.
Terlepas dari segi layanan dan akses, keberadaan BCT secara perlahan mengubah wajah transportasi kota. Transportasi massal kini berangsur mendapat tempat, sehingga bisa menjadi opsi masyarakat selain angkutan kota dan daring.
“Awalnya memang ada pro dan kontra, tapi sekarang justru makin diminati. Ini menunjukkan masyarakat mulai beralih ke transportasi umum yang lebih efisien,” jelasnya.














