Perusahaan Umum Daerah Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) segera mengeksekusi program peremajaan pipa induk dan pipanisasi di wilayah Baru Tengah.
Direktur Operasional PTMB, Ali Rachman, memastikan pengerjaan jaringan pipa induk di Jalan 21 Januari itu mulai awal pekan depan. Saban tahun, kawasan tersebut menghadapi berbagai kendala distribusi. Padahal, kata dia, pasokan air bersih ke pelanggan terus mengalir.
Melalui analisa dan penelusuran, PTMB mengindikasi adanya praktik pencurian air, perusakan jaringan pipa sehingga distribusi terhambat.
“Kami mengubah pola. Jaringan pipa kami remajakan. Tadinya melalui bawah jembatan, sekarang pipa kita pasang di atas biar terekspos,” terangnya usai melakukan sosialisasi kepada warga di ruang pertemuan Kantor Kelurahan Baru Tengah, Kamis (15/1/2026).
Ali Rachman menambahkan, proyek ini tidak sampai pada penggantian atau perbaikan pipa lama. Tetapi juga melakukan reset sistem distribusi air ke kawasan tersebut. Bahkan, mereset meteran air pelanggan kembali ke nol.
“Kami ganti seluruh pipa dan meteran baru. Semua kita mulai dari nol,” tegas Ali.
Menurutnya, proyek ini mencakup sekitar 500 sambungan rumah (SR) dengan durasi pengerjaan paling lama tiga bulan. Namun PTMB menargetkan percepatan, agar air warga setempat dapat menikmati air bersih sebelum Ramadan atau Lebaran 2026.
Pengawasan Sistem Distribusi Baru Jadi Sorotan

PTMB ke depannya juga melibatkan mantan karyawan yang bermukim di wilayah setempat sebagai pengawas lapangan. Wawasan mengenai struktur jaringan pipa dan kondisi wilayah akan memudahkan pengawasan lapangan. Termasuk mencegah praktik penyambungan ilegal yang selama ini menjadi penyebab utama tingginya kehilangan air atau Non Revenue Water (NRW).
“Pipa induk lama tidak akan kami matikan sebelum seluruh jaringan baru benar-benar tersambung dan lancar. Setelah itu baru kami tutup sistem lama,” jelas Ali.
Implementasi sistem pemasokan air yang baru kelak semakin membuka peluang PTMB untuk mengakomodir antrean sambungan baru di kawasan tersebut.
Dari sisi pasokan, Ali memastikan debit air untuk melayani pelanggan di kawasan tersebut mencukupi. Dengan suplai IPA Damai dan Kilometer 8, kapasitas pengaliran air ke kawasan ini nantinya mampu mencapai sekitar 3–5 liter per detik. Belum lagi, ketika PTMB juga nantinya mendapat tambahan suplai hingga 120 liter per detik dari sumber baru.
“Kalau air tidak sampai, berarti ada yang bocor atau dicuri. Itu makanya kami benahi benahi dari sekarang,” ujarnya.
Sementara itu, tokoh masyarakat, Syamsudin Muin bersama Ketua RT 01, Farida Kurniawati, menekankan bahwa keberhasilan proyek ini tidak hanya bergantung pada infrastruktur. Melainkan juga ketersediaan air dan kesadaran bersama.
“Kalau pipanya canggih tapi airnya tidak ada, percuma. Jadi yang penting itu ketersediaan airnya,” harap Syamsudin.
Dengan kesadaran tinggi dalam menjaga fasilitas publik, Syamsudin berharap dapat menghapus stigma yang selama ini melekat pada warga sekitar.
“Itu perbuatan segelintir orang. Kami ingin pemerintah melakukan terobosan dalam hal pengawasan, supaya pasokan air di wilayah ini bisa lancar terus,” singkatnya.














