Komisi III DPRD Kota Balikpapan mengusulkan penyediaan terowongan penyeberangan bawah tanah (underpass pedestrian) di simpang tiga Plaza Balikpapan. Usul tersebut mengemuka setelah mencermati kondisi Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang kian hari semakin tidak representatif bahkan berisiko.
Ketua Komisi III, Yusri, menilai JPO di persimpangan Jalan Jenderal Sudirman dan Ahmad Yani itu kondisinya memprihatinkan. Sebagian material utama jembatan semakin uzur, bahkan tiang-tiang penyangganya tampak keropos.
“JPO itu sudah tidak layak pakai dan justru membahayakan keselamatan masyarakat. Kalau tidak bisa dibongkar karena keterbatasan anggaran atau pertimbangan lain, paling tidak harus segera diperbaiki,” ujar Yusri, Rabu (6/8/2025).
Selain kondisi fisik jembatan, Yusri turut menyoroti fungsi jembatan terkini dari segi aspek sosial. Belakangan sejumlah gelandang memanfaatkan JPO sebagai tempat istirahat, terutama malam hari.
Minimnya pencahayaan membuat suasana di sekitar jembatan terasa gelap, kumuh, dan tidak aman. Kondisi ini tentunya mengganggu kenyamanan pejalan kaki, terutama perempuan dan anak-anak.

“Kondisi ini bukan hanya tidak nyaman, tetapi juga berpotensi menimbulkan tindak kriminalitas. Pemerintah perlu hadir dengan solusi, baik melalui perbaikan infrastruktur maupun penataan sosial,” tegasnya.
Maka dari itu, Komisi III menyarankan pembangunan underpass pedestarian sebagai solusi jangka panjang. Konsep ini, menurut Yusri, lebih aman, nyaman, dan menambah estetika kota. Bahkan beberapa daerah lain telah efektif menerapkannya.
“Jika kita ingin kota ini berkembang seperti kota besar lainnya, kita harus berani mengadopsi inovasi. Terowongan bawah tanah adalah salah satu opsi yang layak untuk jangka panjang, terutama di kawasan dengan lalu lintas padat,” tambahnya.
Tak hanya fokus pada JPO, Komisi III juga menyoroti kondisi lampu lalu lintas yang minim peneduh bagi pengendara motor. Yusri mengusulkan penanaman pohon rindang di tiap titik lampu merah.
“Cuaca panas ekstrem bisa sangat menyiksa, terutama bagi pengendara roda dua. Idealnya, di setiap titik lampu merah, ada pohon yang bisa membuat masyarakat merasa lebih nyaman saat berhenti,” tutupnya.