Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, menilai wilayah Balikpapan Barat kini menunjukan transformasi positif. Dirinya mengisahkan, kawasan tersebut sempat menyandang stigma negatif, utamanya pada dekade 1990-an. Namun, seiring waktu kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat setempat menunjukan perkembangan signifikan.
“Sekarang kita bisa lihat, banyak tokoh lahir dari Balikpapan Barat. Ketua DPRD Kaltim dari Balikpapan Barat, Ketua DPRD Balikpapan dari Balikpapan Barat, Kampung Baru juga. Gubernur Kaltim kita tahu dari Kampung Baru. Saya sendiri, lahir dan besar di sini. Masjid ini punya sejarah bagi saya secara pribadi,” sebut Wali Kota saat memberi sambutan dalam Safari Ramadan Pemerintah Kota Balikpapan di Masjid Misbahush Shudur, Baru Tengah, Balikpapan Barat, Rabu (5/3/2026).
Pada kesempatan itu, Rahmad menekankan, pentingnya pendidikan bernafaskan nilai spiritual dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Ia mengajak para orang tua untuk menjaga dan membimbing anak-anak dengan pendekatan nilai keagamaan dan kedisiplinan. Kecerdasan intelektual, menurutnya, harus beriringan dengan pembangunan akhlak yang baik.
Rahmad selanjutnya memaparkan sejumlah rencana pembenahan infrastruktur di Balikpapan Barat. Mulai dari pelebaran jalan, pembangunan jalan dua jalur, penataan kawasan pasar dan terminal, hingga fasilitas pelayanan kesehatan.
“Pembangunan ini untuk kepentingan bersama. Mari kita jaga fasilitas umum dan dukung program pemerintah,” imbaunya.
Masih dalam kesempatan yang sama, Rahmat turut menyerahkan simbolik bantuan hibah pemerintah kota kepada pengurus Masjid Misbahush Shudur. Bantuan tersebut berupa 2 unit pendingin ruangan (AC) dan 5 unit kipas angin untuk menunjang kegiatan peribadatan jemaah.
Safari Ramadan ini menjadi momentum mempererat silaturahmi antara pemerintah dengan masyarakat. Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimda, jajaran kepala OPD, camat dan lurah setempat, serta tokoh masyarakat Balikpapan Barat.
Di penghujung sambutan, Wali Kota mengajak masyarakat menjaga persatuan serta mendoakan bangsa agar terhindar dari dampak konflik global yang mengemuka beberapa hari terakhir. Doa bersama dan salat Tarawih berjamaah mengakhiri rangkaian kegiatan tersebut.









