Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Balikpapan semakin memperketat pengawasan menjelang Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah. Bersinergi dengan TNI dan Polri, Lapas Balikpapan menggelar razia gabungan guna mendeteksi dini potensi gangguan keamanan dan ketertiban.
“Lapas Balikpapan tidak pernah lelah dan terus berkomitmen penuh dalam menciptakan suasana kondusif, khususnya jelang Idulfitri. Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam mewujudkan lingkungan lapas yang bersih dari penyalahgunaan narkoba, handphone, dan pungutan liar,” ujar Kepala Lapas Kelas IIA Balikpapan, Pujiono Slamet, Rabu (26/3/2025).
Razia ini juga menjadi bentuk implementasi Arahan 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Terutama poin pertama yang berfokus pada pemberantasan peredaran narkoba dan praktik penipuan di dalam lapas dan rutan.
Apel gabunngan di lapangan Lapas Balikpapan mengawali rangkaian pemeriksaan hunian warga binaan pada hari itu. Kemudian seluruh personel yang terbagi atas tiga tim, melakukan penggeledahan ke kamar-kamar di tiap blok narapidana.
Dengan sigap dan teliti, tim razia menyisir setiap sudut kamar untuk memastikan tidak ada barang terlarang. Penggeledahan ini sesuai aturan yang berlaku, guna menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan lapas.
Upaya Meminimalisir Peredaran Narkoba dan Tindak Kriminal Lainnya
Pujiono Slamet menegaskan bahwa razia seperti ini merupakan langkah pencegahan yang sangat penting.
“Kami berkomitmen untuk menjalankan arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dengan penuh tanggung jawab. Razia ini adalah salah satu upaya nyata dalam menciptakan lingkungan lapas yang bebas dari narkoba dan tindakan kriminal lainnya,” tegasnya.
Selain itu, razia ini juga bertujuan memastikan bahwa tidak ada alat komunikasi yang masuk secara ilegal. Pemeriksaan ini untuk meminimalisir tindak kejahatan dari dalam lapas.
Sebagai bagian dari langkah preventif, Lapas Balikpapan terus meningkatkan koordinasi dengan TNI dan Polri guna memperkuat sistem pengawasan.
“Kami ingin memastikan bahwa Lapas Balikpapan tetap menjadi tempat pembinaan yang aman, tertib, dan bebas dari berbagai praktik ilegal,” pungkas Pujiono.
Melalui kegiatan ini, Lapas berharap keamanan dan ketertiban di lingkungan warga binaan tetap terjaga. Dengan begitu pula, maka warga binaan dapat menjalani masa pembinaan dengan baik hingga kembali ke lingkungan masyarakat.