Anggota Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Iim Rahman, menegaskan komitmen pihaknya untuk terus memperjuangkan kebijakan pemberian insentif bagi kader kesehatan. Meski pada tahun ini kebijakan tersebut urung terealisasi sebagai dampak efisiensi anggaran yang berlaku di seluruh daerah.
Politisi PKS itu mengakui, pentingnya peran kader kesehatan di tingkat RT. Baik itu dalam kegiatan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat melalui Posyandu, bahkan program berskala nasional, seperti halnya penanganan stunting.
“Kader ini ujung tombak pelayanan kesehatan. Minimal ada dukungan transport untuk operasional di lingkungan masing-masing,” ucap Iim saat menggelar reses masa sidang II di halaman Kantor Kelurahan Gunung Sari Ulu (GSU), Kecamatan Balikpapan Tengah, Rabu (29/4/2026).
Sebagai bagian dari Komisi IV yang membidangi kesehatan, dirinya bahkan sejak jauh hari telah mengusulkan langsung kepada Wali Kota terkait insentif kader. Sayangnya, tahun ini usulan tersebut kembali terganjal oleh kondisi keterbatasan keuangan daerah. Hal ini tak lepas dari faktor kebijakan efisiensi anggaran.
“Karena efisiensi anggaran, tahun ini insentif lagi-lagi belum bisa terealisasi. Saya harap para kader kesehatan bersabar. Mudah-mudahan kedepan kondisi keuangan daerah kita membaik, karena peran mereka sangat penting,” terang wakil rakyat asal daerah pemilihan (dapil) Balikpapan Tengah itu.
Terlepas dari persoalan itu, Iim turut menyampaikan dukungan dewan kepada program pemerintah daerah yang sedang berjalan. Mulai dari penguatan UMKM hingga ketahanan pangan.
Ia mengungkapkan, DPRD melalui Komisi IV telah memfasilitasi pembentukan berbagai komunitas sebagai wujud pemberdayaan masyarakat. Dalam bidang ketahanan pangan, dewan mendorong keberadaan komunitas menanam.
“Kami tidak ingin ada lahan yang terbengkalai. Masyarakat bisa memanfaatkan lahan kosong untuk ditanami. Bibit juga difasilitasi oleh dinas terkait,” imbuhnya.
Iim meyakini, kesuksesan pembangunan daerah bergantung pada sinergi antara legislatif, pemerintah dan masyarakat. Ia berharap resesnya kali ini menjadi wadah yang dapat mendorong semua elemen masyarakat untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah.














