BeritaPolitik

Sudah Lama Berkontribusi Untuk Persiba, Alwi: Jangan Dikira Ini Urusan Politik

×

Sudah Lama Berkontribusi Untuk Persiba, Alwi: Jangan Dikira Ini Urusan Politik

Sebarkan artikel ini
Pembina Persiba sekaligus Ketua DPRD Balikpapan, Alwi Al Qadri. (foto: narasinegeri)

Pembina Persiba sekaligus Ketua DPRD Balikpapan, Alwi Al Qadri, menepis tudingan yang menyebut keterlibatannya dalam klub sekadar memanfaatkan momentum politik.

Alwi mengingatkan publik, bahwa dirinya sudah lama terlibat dalam manajemen Persiba. Mulai dari mengelola tim U19 dan U21, hingga sempat memimpin tim senior di era pelatih Salahudin.

“Saya sudah urus Persiba sejak lama, bahkan sebelum jadi anggota dewan. Sama juga dengan Pak Rahmad, sebelum jadi Wali Kota, beliau pernah jadi manajer Persiba lebih dari 10 tahun lalu. Jadi jangan dikira ini urusan politik. Ini murni karena kecintaan kami pada Persiba,” lugasnya, Kamis (21/8/2025).

Bagi Alwi, isu kepentingan politis yang melekat kepadanya dan Wali Kota terkait kepengerusan klub merupakan kesalahpahaman belaka.

“Banyak yang bilang karena ini bukan tahun politik jadi tidak serius mengelola klub. Nah, ini yang harus diluruskan. Saya sebelum masuk politik atau DPRD sudah jadi manajer Persiba tahun 2014, sedangkan saya jadi anggota Dewan tahun 2019. Artinya memang sudah dari dulu saya bagian dari Persiba,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa sejak dulu pun kecintaannya terhadap Persiba tidak berubah. Demi meningkatkan prestasi, ia bersama Rahmad telah berkontribusi bagi Persiba. Jauh sebelum mereka berdua aktif di panggung politik.

“Sejak dulu saya sudah keluar biaya dan tenaga untuk Persiba. Jadi saya ingin tegaskan, ini bukan soal politik, ini soal kecintaan sebagai orang Balikpapan,” timpalnya.

Proses Negosiasi Pembelian Saham Persiba Belum Mencapai Titik Temu

Di lain sisi, Alwi masih mengkhawatirkan nasib kepemilikan klub kebanggaan warga Balikpapan itu. Hingga kini, belum satupun putra daerah yang memiliki saham di Persiba. Sehingga masih terbuka peluang Persiba berpindah homebase ke luar Balikpapan.

“Sampai sekarang, Balikpapan tidak memiliki saham Persiba sama sekali. Dulu saya dijanjikan 30 persen ketika masih di Liga 3, bahkan sempat 50 persen saat awal kompetisi. Tapi kenyataannya, tidak ada satu persen pun yang kami pegang,” tambah Alwi.

Sejatinya, ia maupun Rahmad Mas’ud berkeinginan untuk membeli kembali Persiba. Hanya saja, negosiasi dengan pemilik saham mayoritas sampai sekarang belum mencapai titik temu.

“Kalau Persiba mau dilepas, pasti kami akan beli. Asalkan harganya yang masuk akal, bukan minta gratis,” ucapnya dengan penekanan.

Keingingan itu, kata dia, bukan semata untuk mencari keuntungan. Sebaliknya, sebagai upaya memastikan agar Persiba tetap berada di Balikpapan.

“Ini soal tanggung jawab moral, bukan soal bisnis. Karena siapa pun tahu, mengurus klub sepakbola yang ada hanya biaya besar. Kalau ada orang Balikpapan yang punya saham, artinya Persiba tidak bisa mudah dipindahkan,” tegasnya.

Meski masalah kepemilikan saham belum ada titik terang, Alwi menegaskan dukungannya pada tim yang akan berkompetisi di Liga 2 tersebut. Ia memastikan seluruh kebutuhan tim untuk menghadapi kompetisi mendatang dapat terakomodir.

“Saya tetap memantau persiapan tim, pelatih, dan pemain tetap solid. Harapan saya jelas, Persiba bisa lolos dan naik kasta hingga kembali ke Liga 1,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan