Rahmad Mas’ud menjadi figur terkuat untuk kembali terpilih sebagai Ketua DPD Partai Golkar Balikpapan pada Musyawarah Daerah (Musda) ke-XI. Agenda konsolidasi besar kader partai berlogo beringin itu rencananya berlangsung hari Kamis, 26 Februari 2026 mendatang.
Ketua Harian DPD Partai Golkar Balikpapan, Andi Arif Agung, mengatakan dukungan terhadap Rahmad Mas’ud terungkap di sela pleno pengesahan petunjuk pelaksanaan (juklak) Musda.
“Tadi malam kami sudah melaksanakan pleno dan mengesahkan juklak peserta Musda ke-XI. Ada peserta penuh dan peninjau, serta pemilik suara yang telah ditetapkan,” terangnya, Senin (23/2/2026).
Pada kesempatan pleno, organizing committee (OC) atau panitia pelaksana Musda, turut mensosialisasikan syarat pencalonan dan penjaringan bakal calon. Dalam prosesnya, mengemuka dukungan kepada Rahmad Mas’ud agar kembali memimpin DPD Partai Golkar Balikpapan.
“Hampir 100 persen kader dan elemen partai meminta Pak Rahmad tetap ‘menjaga gawang’ dalam rangka pemenangan partai ke depan,” sebut Andi yang juga merangkap sebagai Ketua Steering Committee Musda ke-IX DPD Partai Golkar Balikpapan.
Dukungan ini tidak terlepas dari capaian elektoral Partai Golkar Balikpapan di bawah kepemimpinan Rahmad Mas’ud. Termasuk perolehan 16 kursi DPRD Balikpapan, yang menjadi capaian tertinggi sepanjang sejarah Partai Golkar di Kota Beriman.
Meski mencuatnya dukungan membuka peluang Musda berlangsung secara aklamasi, Andi menegaskan mekanisme organisasi tetap harus berjalan sesuai juklak. Ia menegaskan bahwa partai tidak menutup peluang bagi kader lain untuk maju sebagai calon ketua.
“Gambarannya memang seperti itu, tetapi partai tidak ingin menutup potensi kader lain. Selain itu, mekanisme tetap harus berjalan secara baik dan benar, karena ukuran kesuksesan suatu Musda adalah proses yang dijalankan,” tegasnya.
12 Suara Peserta Penuh pada Musda ke-IX DPD Golkar Balikpapan
Sementara itu, Ketua OC Musda ke-IX DPD Partai Golkar Balikpapan, Yusri, menerangkan, musyawarah ini bagian dari percepatan konsolidasi menuju kalender politik 2029.
Pleno telah menetapkan jumlah pemilik suara sebanyak 12 suara. Terdiri atas enam suara pengurus tingkat kecamatan. Satu suara dari sayap partai, yakni AMPG dan KPPG. Satu suara dari pendiri partai, yakni SOKSI, MKGR, dan KOSGORO.
Kemudian, satu suara dari organisasi yang didirikan partai. Dua dari lima organisasi tersebut, yakni HWK dan AMPI. Serta masing-masing satu suara dari Dewan Pertimbangan, DPD Golkar Kaltim dan pengurus DPD yang akan demisioner.
Secara umum, musda merupakan agenda rutin Partai Golkar di setiap lima tahun atau per periodisasi kepengurusan. Sejatinya kepengurusan DPD Golkar Balikpapan telah habis pada Agustus 2025 lalu.
“Karena kemarin harus menunggu hasil pengesahan struktur kepengurusan DPD Provinsi Kaltim, maka kepengurusan DPD Kota Balikpapan diperpanjang sampai pelaksanaan musda. Insyaallah persiapan pelaksanaan menuju 100 persen pada hari H,” demikian Yusri.








