BeritaBerita Utama

Detik-detik Insiden Dharma Kartika IX di Dermaga Semayang: Ramp Door Belum Terbuka, Kapal Nyaris Terguling

×

Detik-detik Insiden Dharma Kartika IX di Dermaga Semayang: Ramp Door Belum Terbuka, Kapal Nyaris Terguling

Sebarkan artikel ini
Suasana evakuasi korban insiden kapal ferry cepat, Dharma Kartika IX di Dermaga Pelabuhan Semayang, Balikpapan. (foto: narasinegeri)

Zainal, warga kawasan kilometer 4, Balikpapan Utara, tak pernah mengira kapal yang ditumpanginya akan mengalami insiden di dermaga Pelabuhan Semayang.

Kapal ferry cepat, bernama lambung Dharma Kartika IX itu, mengalami kemiringan secara ekstrem, sementara hendak berlabuh pada Selasa (26/1/2026). Bahkan, posisi kapal ini nyaris terguling, sesaat sebelum sandar dengan sempurna.

Kepada narasinegeri.com, Zainal mengisahkan detik-detik kapal yang ditumpanginya mengalami insiden. Katanya, Dharma Kartika IX bertolak dari pelabuhan Nusantara, Parepare, Sulawesi Selatan sekira pukul 10.00 WITA, Senin (25/1/2026).

Sekira pukul 5.30 WITA esok paginya, kapal memasuki perairan teluk Balikpapan untuk turun jangkar di Semayang. Di tengah proses sandar, sejumlah penumpang telah bersiap turun, termasuk beberapa pemilik kendaraan.

Posisi kapal, saat itu sudah hampir menepi ke dermaga. Sementara, tali sudah terbentang menjangkau ke darat. Namun, pintu penumpang dan ramp door (pintu dek kendaraan) belum terbuka.

“Belum mepet kapalnya, penumpang sudah (turun dari dek penumpang) ke bawah (dek kendaraan),” ucap Zainal, saat ditemui di area terminal Semayang.

Lanjut ia mengatakan, sebenarnya ada juga pintu penumpang di lantai dek penumpang. Namun, sebagian besar penumpang mengantre untuk keluar melalui ramp door di dek kendaraan.

Belum sempat Zainal bersama istrinya turun ke bawah, kapal kemudian bergerak miring ke arah kanan. Ia pun beranjak mengambil barang bawaannya untuk keluar dari dek.

“Tiba-tiba kapal miring. Saya gak tau kenapa, makanya cepat saya keluar sama istri,” seru Zainal.

Kendaraan Muatan Tumpang Tindih, Antrean Penumpang Buyar

Sambil membawa barangnya, Zainal dan istri menuju dek kendaraan, tempat motor maticnya terparkir. Tadinya, ia bermaksud memastikan motor dalam kondisi aman sekaligus mengambil tas yang tergantung di hook motornya.

Setelah menyaksikan situasi penumpang yang panik di area dek kendaraan. Serta kendaraan-kendaraan muatan kapal yang posisinya tumpang tindih, Zainal beralih mencari jalan keluar lain.

“Waktu itu saya belum tahu kalau ada yang terjepit, tapi mobil-mobil memang sudah jatuh (saling menimpa),” sebutnya.

Zainal lantas keluar melalui geladak. Sedangkan kru kapal telah membuka ramp door agar penumpang yang terjebak dalam dek kendaraan dapat keluar. Zainal bersama istrinya akhirnya berhasil keluar melalui pintu bagian depan geladak yang terakses ke tangga dekat ramp door.

“Setelah turun dari kapal, saya langsung pulang ke rumah sekalian antar istri. Ini saya kembali rencananya mau ambil motor, tapi belum bisa keluar. Semoga (motor) aman saja,” jelasnya.

Menurut laporan resmi, sebanyak 5 penumpang terjebak di reruntuhan kendaraan muatan kapal. Dari jumlah tersebut, 1 penumpang meninggal lantaran terjepit di dashboard kendaraan.

Regu penolong Kantor Basarnas Balikpapan berhasil mengevakuasi seluruh penumpang 5 jam selang kejadian.

“Tiap pulang kampung, saya pasti menumpang kapal ini. Sudah enam kali (menumpang Dharma Kartika IX), baru ini ada insiden. Padahal bagus kapalnya. Bersih juga dalamnya,” kenang Zainal.

Tinggalkan Balasan