Sebagai simpul logistik di Kalimantan Timur, PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT) terus berupaya menjaga ritme operasional pelabuhan. Termasuk memastikan kelancaran dinamika arus barang untuk memenuhi kebutuhan distribusi di sepanjang kurun tahun 2025.
Sampai dengan pekan terakhir Desember, PT KKT melayani sekitar 198.596 TEUs aktivitas bongkar muat petikemas. Sementara, produktivitas bongkar muat tercatat dengan BCH ET sebesar 28,08 box per jam dan BSH ET sebesar 32,61 box per jam.
Pergerakan tersebut sejalan dengan intensitas layanan kunjungan kapal sekira 537 call selama kurun waktu 2025. Sedangkan, rasio efektivitas waktu sandar kapal atau ET per BT mencapai 72,58 persen.
Capaian tersebut menunjukkan konsistensi KKT dalam mengefisiensi waktu operasional di sepanjang tahun.
“Operasional pelabuhan bukan hanya tentang angka, tetapi tentang kesiapan menghadapi dinamika setiap hari. Capaian arus petikemas dan produktivitas 2025 merupakan hasil dari kesiapan peralatan, kedisiplinan operasional, serta koordinasi SDM di lapangan,” ujar Direktur Utama KKT, Enriany Muis, Selasa (30/12/2025).
Seiring dengan konsistensi tersebut, Enriany menegaskan bahwa perusahaan turut melakukan evaluasi di setiap tahapan operasional. “Kami memastikan setiap proses berjalan sesuai standar layanan. Konsistensi sepanjang 2025 menjadi bekal penting untuk menjaga keandalan pelayanan dan meningkatkan kinerja pada periode berikutnya,” tambahnya.
Tahun 2025 menjadi periode yang menuntut kesiapan dan konsistensi operasional pelabuhan. Aktivitas bongkar muat di terminal KKT berlangsung tanpa henti seiring lalu lalang petikemas memuat kebutuhan industri dan masyarakat.
Ke depan, KKT tetap berkomitmen memperkuat sistem operasional, optimalisasi infrastruktur, serta peningkatan kapasitas SDM. Sebagai wujud dukungan terhadap pertumbuhan perdagangan di kawasan timur Indonesia.














