BeritaBerita Utama

KSOP Balikpapan Masih Dalami Insiden Madani Nusantara, Indikasi Awal Kecelakaan Kerja

×

KSOP Balikpapan Masih Dalami Insiden Madani Nusantara, Indikasi Awal Kecelakaan Kerja

Sebarkan artikel ini
KSOP Balikpapan bersama pihak terkait lainnya menelusuri penyebab insiden KM Madani Nusantara. (foto: ist/)

Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Balikpapan memastikan masih melakukan pendalaman atas dua insiden yang terjadi di Pelabuhan Semayang. Dalam beberapa hari terakhir, rangkaian insiden tersebut telah menelan empat korban jiwa. 

Kepala KSOP Kelas I Balikpapan, Capt. Weku Frederik Karuntu, menyampaikan bahwa langkah tersebut melibatkan berbagai pihak. Antara lain, Marine Inspector, PPNS dan kepolisian. 

Terkait dengan kasus KM Madani Nusantara, Weku mengkonfirmasi, bahwa insiden terjadi saat proses bongkar muat. Langkah penyelidikan sampai saat ini masih berlangsung bersama pihak kepolisian. Dalam hal ini, KSOP fokus pada sisi keselamatan dan keamanan pelayaran.

“Untuk insiden KM Madani, kami menurunkan PPNS dan berkoordinasi dengan kepolisian. Dari hasil sementara, kami melihat kejadian ini sebagai kecelakaan kerja,” terang Capt. Weku, Rabu (29/1/2026).

Ia menambahkan, pemeriksaan terpadu berlaku secara menyeluruh. Artinya, tidak hanya kondisi kapal, tetapi juga terkait manajemen perusahaan pelayaran.

Bagi KSOP, langkah-langkah ini menjadi penting sebagai evaluasi demi mencegah terulangnya kejadian serupa di kemudian hari.

“Kami memeriksa penerapan SOP yang dijalankan oleh pihak kapal. Juga akan kami kembangkan sampai ke manajemen perusahaan pelayaran untuk memastikan penerapan SOP dari sisi manajemen,” jelas Capt. Weku.

Lebih lanjut, ia menguraikan, pemeriksaan akan mencakup penerapan International Safety Management (ISM) Code serta aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Dalam hal ini KSOP melibatkan instansi terkait lainnya.

“Apakah ISM Code sudah dijalankan dengan benar, termasuk pemahaman awak kapal terhadap SOP, itu akan kami audit. Sanksi administrasi itu memungkinkan dan pasti ada, sesuai peraturan keselamatan pelayaran,” imbuhnya.

Penyidikan Insiden Dharma Kartika IX Fokus pada Faktor Muatan

Terkait penyebab insiden KM Dharma Kartika IX, Capt. Weku menyebut masih bersifat dugaan awal. Dalam proses pemeriksaan, KSOP turut melibatkan Marine Inspector.

Meski demikian, Weku memperkirakan, posisi ramp door sesaat sebelum insiden berpeluang menjadi faktor penyebab. Namun, fokus utama penyidikan saat ini berupaya mengungkap kemungkinan pengaruh muatan.

“Kita juga akan melihat kondisi muatan saat itu. Pihak kepolisian dan PPNS Dinas Perhubungan mengecek truk-truk yang masuk, apakah masuk kategori ODOL atau tidak. Jadi bukan hanya dari sisi kapalnya, tetapi juga efek lain yang nanti akan diungkap dalam penyidikan kepolisian,” pungkasnya.

Sebagai informasi, dua insiden terjadi di Pelabuhan Semayang dalam kurun dua hari berturut-turut. Pertama, KM Dharma Kartika IX yang mendadak miring saat proses penurunan penumpang dan muatan. Insiden tersebut menyebabkan tiga penumpang meninggal.

Sehari berselang, Anak Buah Kapal (ABK) KM Madani Nusantara meninggal saat prosesi pemuatan alat berat ke dalam kapal.

Tinggalkan Balasan