PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT) terus menyalakan semangat persatuan dan gotong royong.
Dalam semangat peringatan Hari Kesaktian Pancasila, PLN mempercepat penyelesaian Proyek Interkoneksi Sistem Kelistrikan Kalimantan Timur–Kalimantan Utara (Kaltim–Kaltara). Penyatuan dua sistem kelistrikan yang saling menopang di kedua daerah ini menjadi langkah nyata PLN untuk memperkuat ketahanan energi nasional.
Proyek tersebut meliputi pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV yang menghubungkan Gardu Induk (GI) Maloy-Talisayan-Tanjung Redeb-Tanjung Selor-Tidang Pale-Malinau. Jalur ini sebagai sistem penghubung kelistrikan di dua daerah penting Kalimantan.
General Manager PLN UIP KLT, Basuki Widodo, berkesempatan meninjau langsung proyek tersebut. Bersama jajaran manajer Unit Pelaksana Proyek (UPP) KLT 2 dan KLT 3, Basuki, mengecek sepanjang jalur pembangunan. Mulai dari Malinau, Kalimantan Utara sampai ke wilayah Maloy di Kalimantan Timur.
Langkah ini untuk memastikan progres pekerjaan konstruksi berjalan sesuai target. Baik dari sisi teknis, mutu, maupun keselamatan kerja.
Interkoneksi sistem kelistrikan Kaltim–Kaltara menjadi tonggak penting mewujudkan sistem kelistrikan Kalimantan yang andal, efisien, dan tangguh.
Infrastruktur kelistrikan ini tentunya akan memperkuat keandalan pasokan listrik lintas provinsi dan menekan risiko gangguan sistem. Selain membuka peluang pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) di wilayah utara Kalimantan yang kaya potensi tenaga air, biomassa, dan surya.
“Interkoneksi ini bukan hanya proyek teknis, tetapi bentuk nyata semangat Pancasila – semangat persatuan untuk menyalakan Indonesia. Dengan sistem yang saling menopang, kita memastikan pasokan listrik tetap andal dan berkeadilan, sehingga ekonomi daerah tumbuh dan industri berkembang,” jelas Basuki, Selasa (7/10/2025).
Kaltim-Kaltara Bersiap Sambut Pengoperasian Jaringan Listrik Kuat, Stabil dan Efisien
Manajer UPP KLT 2, Jefry Sambara Palelleng, menambahkan segmen GI Talisayan-Tanjung Redeb kini berada pada fase penarikan konduktor. Tahap tersebut sangat krusial karena membutuhkan ketelitian tinggi di medan berbukit dan menantang.
“Kami memperkuat pengawasan teknis dan keselamatan kerja agar proses penarikan kabel berlangsung sempurna. Segmen berikutnya, GI Tanjung Redeb-Tidang Pale, telah rampung secara fisik dan siap untuk tahap pengujian,” timpalnya.
Sementara itu, Manajer UPP KLT 3, Junaedi, bahwa jalur GI Maloy-Talisayan kini menunjukkan progres positif.
“Sebagian besar menara sudah siap untuk penarikan konduktor. Kualitas dan ketelitian adalah prioritas agar sistem benar-benar andal saat dioperasikan penuh nanti,” sebutnya.
Ketika seluruh sistem beroperasi penuh, Kalimantan Timur dan Utara kelak memiliki jaringan listrik yang lebih kuat, stabil, dan efisien. Hingga kedua wilayah mampu menjadi fondasi bagi pertumbuhan kawasan industri, peningkatan investasi, kemandirian energi, serta percepatan pemerataan akses listrik.
“Dengan semangat Kesaktian Pancasila, kami yakin bahwa energi yang kami bangun ini adalah simbol persatuan bangsa. PLN berkomitmen menjadikan listrik bukan sekadar kebutuhan, tapi penggerak utama ekonomi dan kesejahteraan rakyat,” pungkas Basuki.








